BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Bangkit lewat Program PEKA
- 18 Agt 2026 17:43 WIB
- Pontianak
RRI..CO.ID, Pontianak - Kehilangan tulang punggung keluarga tak hanya menyisakan duka, tetapi juga tantangan untuk kembali menata kehidupan secara mandiri setelahnya. Di tengah kondisi tersebut, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hadir bukan sekadar memberikan manfaat finansial kepada keluarga pekerja yang mengalami risiko.
BPJS Ketenagakerjaan berupaya memastikan manfaat tersebut menjadi pijakan bagi penerima untuk bangkit, mengembangkan keterampilan, dan membangun sumber penghasilan baru. Upaya itu diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat atau PEKA yang diluncurkan serentak secara nasional, Selasa, 18 Agustus 2026.
Program PEKA membawa semangat Value Beyond Protection, dengan memperluas makna perlindungan agar tetap berlanjut setelah manfaat jaminan sosial diterima. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, risiko yang dialami pekerja dapat mengubah kondisi ekonomi keluarganya secara signifikan.
“Kita bisa membayangkan bagaimana beratnya ketika sebuah keluarga kehilangan orang yang selama ini menjadi tulang punggung mereka,” ujar Saiful.
Menurut Saiful, manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan memang penting, namun pihaknya ingin penerima memiliki bekal untuk kembali bangkit. “Bagi kami, perlindungan bukanlah sebuah titik akhir. Ada kehidupan yang harus terus berjalan setelah risiko terjadi,” katanya.
PEKA menyasar penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, mulai ahli waris peserta hingga pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun.

Bentuk pemberdayaan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan potensi ekonomi daerah, meliputi pelatihan keterampilan, kewirausahaan, literasi keuangan, serta pendampingan usaha. Pelaksanaan program juga mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, serta komunitas.
Di Pontianak, sebanyak 30 penerima manfaat mengikuti PEKA melalui pelatihan pembuatan dimsum yang digelar bersama PLUT KUMKM Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan yang memberikan motivasi kepada para ahli waris peserta.
Krisantus menilai santunan sebaiknya dikelola secara produktif agar dapat menjadi modal usaha dan membantu keluarga membangun kemandirian ekonomi.
“Kehadiran Ibu-Ibu di ruangan ini adalah bukti ketangguhan dan kekuatan untuk terus melangkah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pontianak Suhuri mengatakan, PEKA merupakan bentuk komitmen memperluas manfaat perlindungan bagi peserta dan penerima manfaat. Ia menegaskan pemberdayaan tidak boleh berhenti setelah pelatihan, tetapi perlu dilanjutkan melalui pendampingan dan kolaborasi agar menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan.
Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap penerima manfaat mampu mengubah keterampilan menjadi aktivitas produktif, memperoleh penghasilan, dan melanjutkan kehidupan dengan lebih mandiri.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 206 Mahasiswa STAkatN saat PPL
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....