Masjid Ash-Sholihin, Jejak Panjang Ibadah sejak Tahun 1960

  • 18 Sep 2026 13:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Masjid Ash-Sholihin, yang beralamatkan Jalan Uray Bawadi, Kelurahan Sui Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak, memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Berawal dari sebuah surau sederhana berbahan kayu pada tahun 1960, tempat ibadah tersebut kini telah berubah menjadi masjid dua lantai setelah menjalani renovasi total.

Menurut Ardi Suherno, salah seorang pengurus Masjid Ash-Sholihin, Jum'at, 18 September 2026, menerangkan jika berdasarkan cerita dari ahli waris pemilik tanah, bangunan tersebut awalnya bernama Surau Ash-Sholihin. Surau itu dibangun sekitar tahun 1960 dengan konstruksi sederhana dari bahan kayu.

"Menurut cerita dari ahli waris yang punya tanah ini, dulu awal mulanya Surau Ash-Sholihin. Jadi sekitar tahun 1960 dibikin surau di sini dari bahan kayu sederhana," ujar Ardi.

Seiring berjalannya waktu, bangunan surau mengalami perubahan dan pada tahun 2010 dilakukan renovasi secara total. Hasil renovasi tersebut menjadikan Masjid Ash-Sholihin seperti bangunan yang berdiri saat ini dengan dua lantai.

"Selama perjalanannya, tahun 2010 direnovasi total seperti ini. Jadi Masjid Ash-Sholihin sekarang berdiri megah dengan dua lantai," katanya.

Dari sisi kapasitas, bagian dalam masjid dapat menampung sekitar 180 jemaah. Sementara jika ditambah dengan area selasar di bagian samping kiri dan kanan, kapasitas keseluruhan dapat mencapai sekitar 300 hingga 400 orang.

Selain menjadi tempat pelaksanaan ibadah, Masjid Ash-Sholihin juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pembinaan umat. Salah satunya majelis taklim rutin yang dilaksanakan setiap malam Senin dengan materi kajian terjemahan Al-Qur'an perkata.

"Yang pertama ada majelis taklim rutin. Kita setiap malam Senin itu kajiannya tentang terjemahan Al-Qur'an per kata," tutur Ardi.

Kegiatan keagamaan lainnya yakni Yasinan dan Tahlilan yang dilaksanakan setiap malam Jum'at. Sementara bagi jemaah perempuan, masjid juga memiliki majelis taklim khusus ibu-ibu yang digelar setiap Jum'at setelah pelaksanaan salat Jum'at.

"Kemudian malam Jum'atnya itu Yasinan dan Tahlilan. Untuk ibu-ibu sendiri ada majelis taklim ibu-ibu setiap hari Jum'at setelah salat Jum'at. Itu rutin setiap hari Jum'at," jelasnya.

Masjid Ash-Sholihin juga menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari besar Islam atau PHBI. Kegiatan tersebut antara lain dilaksanakan pada bulan Ramadhan, Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra' Mi'raj, Idul Fitri, hingga Idul Adha.

"Juga ada PHBI, Peringatan Hari Besar Islam. Kalau Ramadhan, kalau Maulid, kalau Isra' Mi'raj kita adakan terus itu, Idul Fitri dan juga Idul Adha," ungkap Ardi.

Keberadaan berbagai kegiatan tersebut menjadikan Masjid Ash-Sholihin tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....