Komisi XIII DPR RI Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi Pancasila

  • 29 Jul 2026 14:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Penguatan ideologi Pancasila melalui pendidikan karakter menjadi penekanan utama dalam pembinaan mahasiswa di Universitas PGRI Pontianak. Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani saat kegiatan pembinaan ideologi Pancasila di Universitas PGRI Pontianak, Rabu, 29 Juli 2026 mengatakan, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen ini sebagai landasan berbangsa dan bernegara.

Menurut Sibarani, dipilihnya Universitas PGRI Pontianak sebagai lokasi kegiatan memiliki makna strategis karena dunia pendidikan, khususnya guru, menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

"Kita ingin membunyikan bagaimana Pancasila itu tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air," ujarnya.

Sibarani mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, Pemuda Pancasila, PGRI, serta narasumber dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang memperkaya diskusi mengenai tantangan implementasi Pancasila di tengah masyarakat.

Sabarani menilai antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat persoalan nyata, mulai dari korupsi, penyebaran hoaks di media sosial, hingga ancaman radikalisme dan intoleransi. Menurutnya, BPIP tidak hanya perlu melakukan sosialisasi, tetapi juga mengukur sejauh mana implementasi nilai-nilai Pancasila telah berjalan di masyarakat.

Anggota Komisi XIII DPR RI, S. Sibarani saat kegiatan pembinaan ideologi Pancasila di Universitas PGRI Pontianak, menekankan agar Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Foto : RRI/Harmanta)

Sibarani juga mengingatkan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi di era digital. Masyarakat, terutama mahasiswa, diminta membiasakan diri memeriksa sumber informasi serta menggunakan akal sehat sebelum menyebarkan informasi di media sosial.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Sabarani menyebut Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, sebagai salah satu cerminan keberagaman Indonesia yang mampu menjaga toleransi dan semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat.

Kepada mahasiswa, ia berpesan agar terlebih dahulu menghafal Pancasila sebagai dasar untuk memahami dan menghayati nilai-nilainya. Selain itu, mahasiswa diharapkan terus menjaga sikap toleransi dalam ruang publik serta aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan sebagai wadah belajar berdialog, berinteraksi, dan mengembangkan kepemimpinan yang berlandaskan nilai Pancasila.

Sabarani juga menilai pendekatan pembinaan ideologi perlu menyesuaikan perkembangan zaman. Menurutnya, model pembelajaran seperti Penataran P4 sudah tidak lagi relevan dan perlu digantikan dengan metode edukasi yang memanfaatkan teknologi digital serta kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhammad Firdaus, menegaskan bahwa kekuatan Pancasila tidak diukur dari banyaknya masyarakat yang mampu menghafalnya, melainkan dari kemampuan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

"Pancasila adalah fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tugas perguruan tinggi bukan hanya mencerdaskan mahasiswa secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila," kata Firdaus.

Firdaus menambahkan, kampus berkomitmen memperkuat pendidikan karakter melalui pembelajaran moral dan berbagai kegiatan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan DPR sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

Baca juga: Franciscus Sibarani Jembatani Penyelesaian Tumpang Tindih Lahan Sawit Ketapang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....