Menjadi Duta Bahasa, Langkah Awal Anak Muda Mengabdi untuk Bahasa dan Budaya

  • 27 Jul 2026 16:23 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Menjadi Duta Bahasa tidak hanya tentang meraih gelar atau mengenakan Samir semata, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan budaya. Hal tersebut disampaikan Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa, Terbaik 1 Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat 2026, saat hadir dalam program NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) Pro 2 Pontianak, Kamis, 23 Juli 2026.

Dimas Saputra, pemuda asal Ketapang, menceritakan kecintaannya terhadap dunia literasi yang telah tumbuh sejak usia dini. Ketertarikannya berawal dari sang kakek yang memperkenalkannya pada syair gulung khas Ketapang. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang mendorong Dimas untuk terus mendalami bahasa dan budaya hingga akhirnya berani mendaftarkan diri dalam ajang Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat.

Sementara itu, Rahma Anggit Khairunnisa atau Anggit, merupakan anak muda asal Pontianak yang saat ini mengenyam pendidikan di Yogyakarta. Ketertarikannya terhadap sastra telah dimulai sejak duduk di bangku SMP melalui kebiasaan menulis puisi untuk mengisi waktu luang. Selain aktif dalam dunia sastra, Anggit juga memiliki ketertarikan terhadap seni tari tradisional yang semakin memperkuat kecintaannya terhadap bahasa dan budaya.

Sebagai Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat 2026, Dimas dan Anggit turut menjalankan krida “KAPUAS” atau Karya Antologi Pesisir Ungkapan Anak-Anak Sungai. Program tersebut menjadi bagian dari program kerja selama satu tahun masa jabatan yang bertujuan mendiseminasikan sekaligus mendokumentasikan berbagai narasi lokal, mulai dari cerita, mitos, hingga kekayaan budaya masyarakat di sekitar Sungai Kapuas.

KAPUAS diwujudkan melalui kegiatan pelatihan menulis kreatif bagi anak-anak di kawasan Sungai Kapuas. Nantinya, karya tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah buku dwibahasa, yakni menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Pontianak. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mengekspresikan, sekaligus mendokumentasikan cerita lokal yang ada di lingkungan mereka.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat 2026 akan menghadirkan acara bertajuk "Riak Bertutur". Kegiatan tersebut akan digelar di Kampung Budaya Caping, Pontianak, pada 7 hingga 9 Agustus 2026, mulai pukul 14.30 hingga 20.00 WIB. Acara ini menjadi wadah untuk mendiseminasikan karya anak-anak sekaligus menghadirkan pertunjukan budaya di panggung terbuka.

Dimas mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengambil langkah pertama dalam melakukan perubahan. Menurutnya, keberanian untuk memulai menjadi hal penting bagi siapa pun yang ingin berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Bukan tentang kita bisa atau tidak bisa, bukan tentang kita hebat dan tidak hebat, tapi tentang kita mau atau tidak mau," ujar Dimas.

Anggit juga mendorong anak muda untuk berani mencoba berbagai kesempatan yang ada. Menurutnya, keberanian menjadi salah satu kunci untuk mencapai sesuatu yang diinginkan, tanpa kehilangan jati diri.

"Ini terkait nekat atau tidak nekat. Kalau mau mencapai sesuatu harus nekat, percaya diri dan jadi diri sendiri," kata Anggit.

Melalui peran sebagai Duta Bahasa, Dimas dan Anggit berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil bagian dalam pelestarian bahasa dan budaya. Keduanya juga mengajak anak muda untuk terus menggaungkan semangat Trigatra Bangun Bahasa sebagai upaya memperkuat kecintaan terhadap bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing.

Baca juga: Duta Bahasa Kalbar "Bahasa Gaul Boleh, Asal Tak Amburadul"

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....