Polnep dan Poltek Aisyiyah Pontianak Gelar Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat
- 26 Agt 2026 11:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID. Pontianak - Dosen Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) bersama Politeknik Aisyiyah Pontianak melaksanakan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun pendanaan 2026.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) bersama Politeknik Aisyiyah Pontianak menunjukkan komitmennya dalam hilirisasi ilmu pengetahuan terapan melalui pelaksanaan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat-PKM di Posyandu Remaja Ceria, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan bertajuk Pelatihan MAPAN (Manajemen Anggaran, Produktif, dan Pemenuhan Asupan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan) ini dilaksanakan sebagai langkah preventif memutus rantai stunting, dengan mengintegrasikan edukasi kesehatan dan ekonomi bagi generasi muda.
Ketua Tim Pelaksana PKM, Asri Hidayati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa intervensi stunting perlu diintegrasikan antara pendekatan yang berbasis kesehatan dengan penguatan edukasi literasi keuangan rumah tangga, perencanaan ekonomi keluarga dan digitalisasi ekonomi kreatif sejak usia remaja sehingga perlu adanya intervensi terstruktur dan inovatif. Melalui Pelatihan MAPAN, kami melatih remaja untuk sadar gizi sekaligus sadar investasi pranikah,” ujar Asri Hidayati, S.E., M.M.
Kedatangan tim pelaksana PKM disambut hangat oleh Ketua Posyandu Remaja Ceria, Tatik Mardiati, beserta jajaran pengurus dan anggota. Pelaksanaan program berjalan lancar dengan agenda rutin posyandu, sehingga memperkaya ruang edukasi yang selama ini berfokus pada pemeriksaan fisik dasar menjadi forum pembelajaran sosial-ekonomi dan kesehatan yang aplikatif bagi Generasi Z.
Ketua Posyandu Remaja Ceria, Tatik Mardiati menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian tim akademisi terhadap pembinaan remaja di wilayahnya.
"Kami menyambut baik program ini karena metodenya sangat inovatif dan dekat dengan keseharian anak-anak. Remaja kami kini makin bijak mengelola uang saku, mahir membuat konten video positif di media sosial, serta memahami pentingnya gizi 1000 HPK dan kesehatan reproduksi. Melalui demonstrasi masak sehat, mereka juga terampil menyajikan menu Isi Piringku berbasis pangan lokal. Kini kami memiliki kader Duta MAPAN yang siap meneruskan edukasi ini kepada teman sebayanya," ungkap Tatik Mardiati.
Dalam pelaksanaannya, tim pelaksana PKM menghadirkan tiga pelatihan yang masing-masing terlaksana melalui kolaborasi kepakaran multidisiplin, meliputi Ilmu Manajemen, Ilmu Komputer, dan Ilmu Kesehatan. K
Ketiga pelatihan strategis tersebut meliputi:
• Manajemen Anggaran Rumah Tangga dan Penggunaan Aplikasi Pengelola Keuangan-Pembukuan, materi disampaikan oleh Asri Hidayati, S.E., M.M. Pelatihan ini memfokuskan pada restrukturisasi pola pikir keuangan (mental accounting), simulasi penyusunan anggaran rumah tangga, pendampingan penggunaan aplikasi pencatatan arus kas digital, serta edukasi mitigasi risiko terhadap bahaya pinjaman online ilegal dan fitur PayLater.
• Ekonomi Keluarga Produktif dan Kreatif, Investasi Sumber Daya Manusia, dan Penggunaan Aplikasi Konten Digital, materi disampaikan oleh Safri Adam, S.Kom., M.Kom. Pelatihan ini memberikan pendampingan praktis penciptaan nilai tambah ekonomi skala rumah tangga, identifikasi peluang usaha mikro berbasis digital, hingga penguasaan teknis penyusunan alur cerita, perekaman, dan penyuntingan video edukasi melalui aplikasi CapCut.
• Pemenuhan Asupan Gizi 1000 HPK Berbasis Pangan Lokal, Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Demonstrasi Masak Sehat “Isi Piringku” berbasis pangan lokal, materi disampaikan oleh Daevi Khairunisa, S.ST., M.Keb. Pelatihan ini mengusung pendekatan demonstratif dan partisipatif terkait periode emas pertumbuhan anak, bahaya anemia pada remaja putri, serta praktik penyusunan menu gizi seimbang berbasis bahan pangan lokal yang ekonomis.
Pelaksanaan program diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang yang berkesinambungan, mulai dari penguatan kemandirian mitra sebagai rujukan informasi pranikah yang kredibel hingga terbentuknya kader Duta MAPAN yang akan berperan sebagai edukator sebaya. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, program ini diharapkan menumbuhkan pola pikir Sadar Gizi, Sadar Investasi yang menjadi fondasi ketahanan ekonomi dan kesehatan keluarga muda di Kelurahan Siantan Hulu.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana partisipatif melalui sesi simulasi, praktik langsung, dan diskusi interaktif bersama peserta. Momentum ini menjadi wujud komitmen perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan solusi terapan bagi permasalahan masyarakat. Tim pelaksana PKM berharap sinergi bersama Posyandu Remaja Ceria dapat terus berlanjut dan menjadi model intervensi yang dapat direplikasi pada posyandu remaja lainnya di Kalimantan Barat.
Mitra dan Tim pelaksana PKM mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset Dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang telah mendanai kegiatan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....