DLH Pontianak Imbau Warga Waspadai Penurunan Kualitas Udara Karhutla

  • 27 Jul 2026 16:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mencatat kualitas udara di Kota Pontianak sempat berada pada kategori tidak sehat akibat meningkatnya paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa hari terakhir.

Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengatakan hasil pemantauan melalui alat Air Quality Monitoring System (AQMS) di Pontianak Tenggara yang berbatasan dengan Kabupaten Kubu Raya menunjukkan penurunan kualitas udara mulai terjadi pada sore hingga malam hari.

"Data kami menunjukkan mulai pukul 18.00 sampai sekitar pukul 23.00 WIB kualitas udara berada pada level tidak sehat. Kondisi sempat membaik pada pagi dini hari, namun sekitar pukul 07.00 WIB kembali masuk kategori tidak sehat," ujar Syarif Usmulyono, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, DLH Kota Pontianak melaporkan perkembangan kualitas udara kepada Wali Kota Pontianak setiap delapan jam sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, termasuk apabila kondisi terus memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak juga telah membentuk satuan tugas pencegahan kebakaran lahan, terutama di wilayah Pontianak Utara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Tenggara. Hingga kini, kebakaran yang terjadi masih berskala kecil dan belum masuk kategori hotspot karena belum memenuhi indikator luas dan durasi kebakaran.

Syarif mengatakan apabila kualitas udara tetap buruk, pemerintah akan mengevaluasi kemungkinan penyesuaian jadwal belajar hingga meliburkan sementara sekolah, khususnya bagi peserta didik yang masuk kelompok rentan. Namun keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Wali Kota Pontianak.

Sementara itu, masyarakat diimbau mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, memperbanyak konsumsi air, serta mengawasi anak-anak dan kelompok rentan agar tidak terlalu lama terpapar udara berasap.

"Untuk saat ini saya pikir masyarakat sudah boleh keluar rumah menggunakan masker. Kalau tidak ada aktivitas penting, sebaiknya jangan keluar rumah saat kualitas udara sedang buruk. Orang tua juga perlu menjaga anak-anak agar tidak bermain di luar," katanya.

DLH juga mengingatkan meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2,5 menjadi indikator utama penurunan kualitas udara. Informasi kondisi udara secara real time dapat diakses masyarakat melalui aplikasi ISPUNet.

Baca juga: Karhutla Kubu Raya Nyaris Hanguskan Permukiman Warga

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....