BPS Kalbar Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Demi Akurasi Data
- 10 Jul 2026 07:12 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap. Pendataan yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 ini menjadi langkah strategis dalam memotret kondisi perekonomian Kalimantan Barat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Dalam dialog “Inflasi dan Investasi” di RRI Pro 1 Pontianak, Rabu, 8 Juli 2026, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Barat, Fitri Sulastri, S.ST., M.Si., mengatakan Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan menyeluruh yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.
"Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret secara lengkap kondisi dunia usaha dan keluarga di Indonesia sehingga pemerintah memiliki gambaran nyata dalam menyusun kebijakan, bukan hanya berdasarkan asumsi," ujar Fitri dalam dialog Inflasi dan Investasi di Pro 1 RRI Pontianak.
Menurutnya, pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha besar maupun UMKM, tetapi juga seluruh keluarga. Langkah tersebut dilakukan untuk menangkap berbagai aktivitas ekonomi yang kini banyak berkembang dari rumah tangga, seperti usaha kuliner rumahan, penjualan daring, hingga pekerja lepas berbasis digital.
"Saat ini banyak kegiatan ekonomi produktif yang lahir dari keluarga. Kalau hanya mendata usaha, maka banyak potret ekonomi masyarakat yang akan terlewat," jelasnya.
Fitri menambahkan, perkembangan teknologi turut mengubah wajah perekonomian Indonesia. Berbagai aktivitas seperti transaksi menggunakan QRIS, dompet digital, hingga bisnis berbasis aplikasi menjadi fenomena baru yang perlu didokumentasikan melalui Sensus Ekonomi.
"Kita harus memotret ekonomi digital dan ekonomi baru agar data yang dihasilkan tetap relevan dengan perkembangan zaman serta menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat," katanya.
BPS menilai Kalimantan Barat memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Posisi wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, keberadaan sektor maritim, ekonomi pedalaman berbasis komoditas, hingga pertumbuhan ekonomi digital menjadi alasan pentingnya pendataan secara menyeluruh.
"Tanpa sensus yang lengkap, keunikan dan kebutuhan ekonomi Kalimantan Barat tidak akan terwakili dengan baik dalam kebijakan nasional. Data yang kuat menjadi argumen penting agar daerah memperoleh alokasi program dan anggaran yang sesuai kondisi di lapangan," ungkap Fitri.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai penyalahgunaan data, Fitri memastikan seluruh informasi yang diberikan kepada petugas BPS dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
"Data individu tidak bisa dan tidak boleh diserahkan kepada instansi lain dalam bentuk yang dapat mengidentifikasi seseorang maupun usaha tertentu. Yang dipublikasikan hanya data agregat untuk kepentingan statistik," tegasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa pendataan berkaitan dengan perpajakan.
"Informasi yang diberikan masyarakat tidak digunakan untuk kepentingan pemeriksaan ataupun penetapan pajak. Fungsi BPS murni menghasilkan statistik resmi," ujarnya.
Fitri mengimbau masyarakat agar memastikan identitas petugas sebelum memberikan data. Seluruh petugas resmi Sensus Ekonomi mengenakan rompi bertuliskan Petugas Sensus Ekonomi 2026 serta membawa kartu identitas yang dilengkapi QR Code.
"Silakan dipindai QR Code pada kartu identitas petugas. Jika tidak terhubung ke website resmi BPS atau identitasnya tidak muncul, masyarakat berhak menolak. Petugas BPS juga tidak pernah meminta PIN, OTP, maupun data perbankan," katanya.
Menurut Fitri, manfaat Sensus Ekonomi memang tidak dirasakan secara langsung, tetapi hasilnya akan menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pengembangan UMKM, penyaluran pembiayaan usaha, pembangunan infrastruktur ekonomi, hingga penyusunan strategi investasi.
"Data yang berkualitas menjadi pondasi pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Karena itu kami mengajak masyarakat menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar," ujarnya.
Ia menutup dengan mengajak seluruh masyarakat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui slogan TIR, yaitu Terima petugas Sensus Ekonomi 2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia terjaga.
"Sensus Ekonomi bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan. Data yang Bapak dan Ibu berikan hari ini akan menjadi dasar lahirnya kebijakan yang lebih tepat, pembangunan yang lebih merata, serta ekonomi Kalimantan Barat yang semakin maju dan berkelanjutan," pungkas Fitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....