Masjid Al-Mujtahidin Pontianak, Dari Lingkungan Kampus untuk Masyarakat
- 12 Jun 2026 14:37 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Masjid Al-Mujtahidin Pontianak terus menunjukkan perannya sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat Islam. Selain menjadi tempat shalat berjamaah, masjid yang berada di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura ini aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Ketua Pengurus Masjid Al-Mujtahidin Pontianak, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa masjid tersebut memiliki sejarah panjang sejak pertama kali didirikan pada tahun 1990 oleh para petinggi FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak. Menurutnya, pada awal berdiri bangunan masjid berada di dalam kompleks FKIP. Seiring perkembangan waktu dan meningkatnya kebutuhan jamaah, pada sekitar tahun 2001 masjid dipindahkan ke lokasi yang saat ini ditempati.
"Masjid ini didirikan oleh para petinggi FKIP Untan Pontianak sekitar tahun 1990. Awalnya berada di dalam area kompleks FKIP, kemudian sekitar tahun 2001 dipindahkan ke lokasi yang sekarang dan telah beberapa kali direnovasi," ujar Taufiqurrahman dalam wawancara bersama RRI Pontianak.
Ia mengatakan, renovasi yang dilakukan mencakup penambahan fisik bangunan di sisi kiri dan kanan, pembangunan kubah, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya guna meningkatkan kenyamanan jemaah. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Mujtahidin juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat sekitar. Berbagai program pembinaan umat rutin dilaksanakan, mulai dari Majelis Taklim ibu-ibu, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), hingga kajian Islam mingguan.
Taufiqurrahman menyebutkan, salah satu kegiatan yang mendapat antusias tinggi dari masyarakat adalah kajian rutin setiap malam Minggu yang diasuh oleh KH Zainuddin, pengasuh Pondok Pesantren Al-Wafa Riyadul Jannah. "Antusias masyarakat cukup besar dalam mengikuti kajian-kajian yang kami laksanakan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kegiatan pembinaan keagamaan," katanya.
Sementara, pada momentum Iduladha tahun ini, Masjid Al-Mujtahidin berhasil menghimpun hewan kurban dari partisipasi masyarakat dan jemaah. Sebanyak 4 ekor sapi dan 5 ekor kambing berhasil dikurbankan dan disembelih setelah pelaksanaan Salat Idul adha. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga sekitar dan masyarakat yang berhak menerima.
"Alhamdulillah pelaksanaan kurban berjalan aman dan lancar. Daging kurban dapat disalurkan kepada masyarakat sekitar dan penerima yang berhak," ucap Taufiqurrahman.
Sedangkan dari sisi kapasitas, bangunan utama Masjid Al-Mujtahidin memiliki ukuran sekitar 12 x 12 meter dengan daya tampung mencapai 300 hingga 450 jemaah. Untuk mengakomodasi jumlah jemaah yang lebih besar, pengurus juga menambahkan area kanopi di sisi kiri, kanan, dan belakang masjid yang mampu menampung sekitar 200 jemaah tambahan.
"Masjid ini berada di Jalan Karya Bhakti, RT 04 RW 08, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Atau tepatnya di Kompleks Kampus 2 FKIP Untan. Dan jika seluruh area masjid digunakan, mulai dari bangunan utama hingga area kanopi, kapasitasnya bisa mencapai sekitar 600 jemaah," ujarnya.
Dengan berbagai fasilitas dan kegiatan yang terus berkembang, Masjid Al-Mujtahidin Pontianak diharapkan semakin berperan dalam memperkuat syiar Islam serta menjadi pusat pembinaan masyarakat yang religius dan harmonis.
Baca juga: Masjid Al-Ikhlash Wonoyoso 1, dari Wakaf Warga, Menjadi Pusat Syiar Islam
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....