Pemkot Pontianak Galakkan Adiwiyata Ciptakan Generasi Peduli Lingkungan
- 02 Agt 2026 19:00 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak memperluas gerakan peduli lingkungan melalui Program Adiwiyata dan pemanfaatan eco enzyme di sekolah-sekolah setempat.
Program Adiwiyata yang merupakan inisiatif pemerintah pusat terus diperkuat Pemerintah Kota Pontianak dengan dukungan penuh Wali Kota Pontianak. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), program tersebut diarahkan untuk membentuk sekolah berwawasan lingkungan sekaligus menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
Kepala DLH Kota Pontianak, Usmulyono, mengatakan sekolah yang mengikuti Program Adiwiyata diwajibkan menerapkan pengelolaan sampah, penghijauan, pembentukan bank sampah mini, serta edukasi lingkungan kepada seluruh peserta didik. Menurutnya, pendidikan lingkungan sejak dini menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.
"Kalau sekolah sudah mengikuti Adiwiyata, artinya dia sudah berwawasan lingkungan. Sampahnya sudah terkelola, punya bank sampah mini, penghijauan, dan edukasi kepada murid-murid. Kita ingin mereka melakukan itu sejak usia dini, kemudian dibawa ke rumah dan lingkungan sekitar," ujar Usmulyono di Pontianak, Jumat, 31 Agustus 2026.
Selain memperkuat Program Adiwiyata, DLH Kota Pontianak juga menggalakkan pemanfaatan eco enzyme sebagai solusi alami memperbaiki kualitas badan air. Gerakan yang melibatkan pelajar ini dinilai efektif karena mampu membangun kepedulian masyarakat sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Berdasarkan hasil pemantauan DLH, penggunaan eco enzyme mampu menurunkan tingkat kekeruhan air, mengurangi jumlah bakteri hingga 20–30 persen, menghilangkan kandungan logam berat tertentu, serta mengurangi bau pada saluran air secara signifikan.
"Hasilnya cukup signifikan. Kekeruhan air berkurang, bakteri menurun 20 sampai 30 persen, logam berat tidak lagi kami temukan, dan bau juga berkurang sekitar 50 persen. Eco enzyme bekerja secara alami sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia," jelasnya.
Keberhasilan tersebut mendorong Pemerintah Kota Pontianak memperluas gerakan eco enzyme ke berbagai kawasan dengan melibatkan sekolah, PKK, Dharma Wanita, pengelola pasar, dan masyarakat. Usmulyono berharap gerakan ini menjadi budaya bersama sehingga kualitas lingkungan, terutama badan air di Kota Pontianak, terus membaik.
"Arahan Bapak Wali Kota adalah menjadikan ini gerakan massal. Kita ingin semakin banyak masyarakat terlibat agar lingkungan semakin bersih dan generasi mendatang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....