Masjid Al-Ikhlash Wonoyoso 1, dari Wakaf Warga, Menjadi Pusat Syiar Islam

  • 05 Jun 2026 20:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Masjid Al-Ikhlash yang berlokasi di Jalan Wonoyoso 1 Gang 3, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan semangat gotong royong dan wakaf masyarakat setempat.

Berdasarkan penuturan pengurus masjid, Subagio, tanah tempat berdirinya Masjid Al-Ikhlash merupakan tanah wakaf dari keluarga almarhum Pak Sambing dan Pak Nyoto beserta keluarganya yang sejak awal memang diperuntukkan untuk pembangunan rumah ibadah umat Islam.

"Semenjak awal memang tanah ini diwakafkan untuk membangun masjid. Jadi bukan surau yang kemudian berkembang menjadi masjid, tetapi dari awal sudah direncanakan menjadi masjid," ujar Subagio, saat diwawancarai setelah siaran langsung dari masjid Al - Ikhlash, Jum'at, 5 Juni 2026.

Menurutnya, pembangunan masjid diawali oleh para tokoh masyarakat setempat yang membentuk kepanitiaan pembangunan dengan diketuai oleh Haji Hambali. Sejumlah warga seperti Pak Marijo, Pak Paijan, Pak Konijo, dan Pak Bardi turut berperan aktif dalam proses pembangunan.

Meski tidak ada catatan pasti mengenai tahun berdirinya masjid, Subagio memperkirakan pembangunan dilakukan pada era 1980-an. Hingga kini, kepengurusan masjid telah mengalami beberapa kali pergantian generasi.

"Kalau perkiraan kami sekitar tahun 1985 sampai 1987. Sekarang pengurusnya sudah generasi baru. Saya sendiri aktif di Masjid Al-Ikhlash sejak tahun 2011," katanya.

Saat ini kepengurusan Masjid Al-Ikhlash dipimpin oleh Prof. Rudi Kurnianto setelah sebelumnya dipimpin oleh Paidi.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Al-Ikhlash juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat sekitar. Kegiatan rutin meliputi majelis taklim ibu-ibu setiap Jumat sore, kajian agama dua kali dalam sepekan, zikir bersama setiap malam setelah salat Magrib, hingga pengajian anak-anak yang dibimbing oleh guru dari luar lingkungan masjid.

"Masjid ini terbuka untuk siapa saja yang ingin berdakwah dan menyiarkan agama Islam. Tidak ada sekat-sekat kelompok. Yang penting untuk syiar Islam dan tidak menyudutkan siapa pun, insyaallah kami terima," ujar Subagio.

Sementara Bendahara Masjid Al-Ikhlash, Toto Sulistianto, menjelaskan bahwa kapasitas masjid saat ini mampu menampung sekitar 300 jamaah termasuk area luar bangunan.

"Kalau dihitung dengan area samping dan luar masjid, daya tampungnya sekitar 300 jamaah," ujar Toto.

Terkait pembangunan fisik, Toto mengatakan renovasi besar baru dilakukan satu kali sejak masjid berdiri. Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah peninggian halaman dan area sekitar masjid untuk mengantisipasi banjir yang terjadi akibat perkembangan kawasan permukiman di sekitarnya.

Menariknya, hampir seluruh pembangunan dan perawatan masjid dilakukan secara swadaya dan gotong royong oleh masyarakat tanpa mengandalkan tenaga berbayar.

"Dari awal pembangunan sampai sekarang semuanya gotong royong. Ada yang menyumbang pasir, tenaga, dan kebutuhan lainnya. Kalau ada kerja bakti diumumkan saat shalat Jum'at, masyarakat datang membantu," ucap Toto.

Semangat kebersamaan itulah yang membuat Masjid Al-Ikhlash tetap berkembang dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat di kawasan Akcaya hingga saat ini.

Baca juga: Dibangun sejak 1996, Masjid Al Muhajirin Tetap Ramai Jemaah hingga Kini

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....