Harga Pupuk Naik, Margin Sawit Kalbar Tertekan
- 30 Apr 2026 16:03 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontinak: Kenaikan harga pupuk dan bahan bakar minyak (BBM) industri menekan biaya produksi sawit Kalimantan Barat (Kalbar). Kondisi ini membuat margin usaha pelaku industri menyusut signifikan.
Kenaikan biaya produksi menjadi tantangan utama sektor kelapa sawit di Kalbar, terutama akibat lonjakan harga pupuk dan bahan bakar minyak industri yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ketua GAPKI Cabang Kalbar, Aris Supratman menyebut pupuk menjadi komponen biaya terbesar setelah tenaga kerja dalam pengelolaan kebun sawit.
“Kenaikan harga pupuk seperti urea dan NPK langsung menekan biaya pemeliharaan. Banyak perusahaan akhirnya melakukan efisiensi dengan mengurangi dosis atau menunda pemupukan,” ujarnya di Pontianak, Rabu, 30 April 2026.
Selain pupuk, kenaikan harga BBM industri turut memperbesar beban operasional, mulai dari penggunaan alat berat hingga distribusi tandan buah segar dan crude palm oil atau CPO. Menurut Aris, tekanan biaya ini mulai terasa sejak semester II 2026, khususnya bagi pelaku usaha di sektor hulu yang sangat bergantung pada biaya logistik.
“Walaupun harga jual sawit saat ini tinggi, biaya produksi juga meningkat, sehingga margin keuntungan tidak naik signifikan,” katanya.
Dari sisi produksi, kondisi perkebunan sawit di Kalimantan Barat masih relatif stabil karena sebagian besar tanaman berada pada usia produktif, yakni antara 10 hingga 20 tahun. Namun, ia mengingatkan jika tren kenaikan harga pupuk terus berlanjut, produktivitas berpotensi menurun dalam 6 hingga 12 bulan ke depan akibat pemupukan yang tidak optimal, meskipun harga TBS saat ini menunjukkan tren positif dan sempat mencapai sekitar Rp3.726 per kilogram pada April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....