Kemarau Picu Harga Cabai di Pontianak Tembus Rp130 Ribu
- 18 Sep 2026 15:29 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Harga cabai di Pasar Mawar Pontianak, Kalimantan Barat, mencapai Rp130 ribu per kilogram, membuat pembeli mengurangi jumlah belanja kebutuhan harian. Pedagang cabai di Pasar Mawar Pontianak, Eko, mengatakan harga cabai saat ini berkisar Rp100 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram, tergantung kualitas.
Dia menuturkan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat kemarau yang menyebabkan banyak tanaman cabai mati. “Sekarang harganya sekitar Rp100 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram, tergantung kualitas. Cabai susah didapat karena banyak pohonnya mati akibat kemarau,” kata Eko, Jumat, 18 September 2026.
Eko menjelaskan, cabai yang dijualnya dipasok dari daerah kampung atau lokal serta dari Pulau Jawa. Berkurangnya stok membuat harga meningkat, sementara jumlah pembeli relatif masih sama.
Namun, kenaikan harga membuat konsumen mengurangi volume pembelian. Jika sebelumnya membeli dalam jumlah lebih banyak, kini sebagian pembeli memilih membeli sedikit demi menyesuaikan kemampuan belanja.
“Pembelinya sebenarnya masih ada, cuma belinya sedikit-sedikit karena harganya mahal,” ujarnya.
Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas perdagangan. Menurut Eko, harga cabai tidak dapat langsung kembali normal karena petani membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dari masa tanam hingga panen.
Ia berharap pemerintah dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan sehingga harga cabai berangsur stabil dan kembali terjangkau masyarakat.

Sementara itu, pembeli di Pasar Mawar Pontianak, Nur, mengaku tetap membeli kebutuhan pokok meskipun harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. “Walaupun mahal, mau bagaimana lagi, tetap dibeli. Ini kan kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Nur.
Nur mengatakan pembeli tetap harus memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga kenaikan harga membuat masyarakat harus menyesuaikan jumlah barang yang dibeli dengan kemampuan keuangan. Dengan kondisi tersebut, stabilitas pasokan menjadi salah satu faktor penting agar harga cabai dapat kembali terkendali dan tidak semakin menekan daya beli masyarakat.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai, tetapi juga sejumlah sayuran yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kondisi tersebut membuat ibu rumah tangga harus lebih cermat mengatur belanja agar tetap sesuai dengan kemampuan.
Salah seorang ibu rumah tangga, Puput, mengaku kenaikan harga cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir. Harga cabai bahkan sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram, sementara kangkung dijual hingga Rp40 ribu dan sejumlah sayuran lain seperti daun sop serta buncis mencapai sekitar Rp70 ribu.
Menurut Puput, kondisi cuaca panas yang disertai kabut asap diduga turut memengaruhi hasil panen petani sehingga pasokan sayuran berkurang dan harga mengalami kenaikan. “Sekarang cabai mahal, sayur-sayuran juga ikut naik. Jadi kita beli secukupnya saja sesuai kebutuhan dan isi dompet,” kata Puput.
Puput mengatakan, untuk menyiasati harga yang masih tinggi, dirinya memilih tidak membeli atau menyimpan bahan makanan dalam jumlah banyak. Ia berharap harga sayuran dan kebutuhan pokok kembali normal sehingga pengeluaran rumah tangga tidak semakin terbebani.
Baca juga: Kabut Asap Kalbar Berujung Gugatan Class Action ke Pengadilan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....