Pengamat Dorong Pemerintah Pindahkan Peti Kemas ke Kijing

  • 13 Nov 2025 12:16 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Pengamat Transportasi Intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani mendorong pemerintah agar segera membangun infrastruktur jalan darat sebagai akses angkutan armada dari dan ke Pelabuhan Kijing Mempawah. Tidak hanya itu, Usmulyani juga meminta pemerintah agar tegas memindahkan perusahaan yang masih melakukan bongkar muat di Pelabuhan Dwikora Pontianak untuk pindah ke Pelabuhan Kijing.

Dari informasi yang didapat, terdapat sembilan perusahaan Peti Kemas di Pelabuhan Dwikora Pontianak, tujuh di antaranya sudah siap berpindah ke Pelabuhan Kijing. Namun, terdapat dua perusahaan yang belum memberikan tanda-tanda berpindah.

"Yang saya tahu dapat informasinya ada tujuh perusahaan yang mampu melakukan pergerakan untuk bongkar muat. Tapi ada dua perusahaan yang tidak mau dengan alasan yang menurut saya sangat klise, investasi. Kami sudah cek kemarin, mereka belum melakukan investasi apa pun," ucap Usmulyani di Pontianak, Rabu (12/11/2025).

Pengamat Transportasi Intermoda Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani saat diwawancara. (RRI/Muhammad Rokib)

Pak Usmul sapaan akrabnya juga meminta pemerintah dapat memberikan win win solution untuk mengatasi kendala yang dihadapi perusahaan-perusahaan sehingga masih belum melakukan pemindahkan unit kerjanya ke Pelabuhan Kijing.

"Regulasi pemerintah harus berani mengatakan tidak ada abuse of power. Jangan ada penyimpangan kekuasaan. Orang yang punya kekuatan berkuasa, merasa 'Ini saya tetap di sana aja," ndak bisa, harus berlaku adil dalam masalah ekonomi, harus memberikan win win solution," katanya.

Akses jalan juga menjadi perhatiannya. Pemerintah diharapkan dapat segera mempercepat pembangunan akses jalan untuk kendaraan menuju dan keluar dari Pelabuhan Kijing. Mengingat kerap kali terjadi kecelakaan yang melibatkan tronton.

"Apa yang menjadi kendala adalah dukungan dari pihak pemerintah terhadap shipment pergerakan dari Kijing ini, yaitu menyangkut jalan untuk keluar dari sini sampai ke Pontianak dan daerah lain. Ini harus menjadi percepatan untuk dilakukan oleh pihak terkait, yaitu pemerintah provinsi mensupport untul jalannya, untuk jalurnya karena kan dari tronton yang ada ini harus terpisah dari pada umum, karena tingkat safety sangat kurang apabila bersatu dengan kendaraan-kendaraan lain," ujarnya.

"Tronton itu kan panjang, sangat berisiko. Makanya pemerintah harus melakukan percepatan pembangunan jalur khusus peti kemas yang berlabuh di Pelabuhan Kijing dan harus mendapatkan support maksimum baik dari pemerintah provinsi mau pun pemerintah pusat," kata Usmulyani.

Usmulyani juga menilai Pelabuhan Kijing saat ini sudah memenuhi standard internasional dan sudah siap untuk beroperasi dengan maksimal jika didukung dengan akses jalan.

"Dan ini sudah memenuhi standard semuanya. Standard yang sudah disiapkan oleh Pelindo ini sangat luar biasa, sudah memenuhi standard internasional untuk pengiriman kapal keluar dan masuk, cuma dukungan pemerintah berupa aksesibilitasnya," ucapnya. (oki)

Baca juga: Wako Desak Pemindahan Pelabuhan di Pontianak ke Kijing

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....