BKKBN Kalbar Gandeng Tiga Kabupaten Berbagi Praktik Baik Pembangunan Keluarga
- 27 Jul 2026 16:02 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- BKKBN Kalbar
- Pembangunan Keluarga
- Penurunan angka stunting
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong penguatan kolaborasi antarwilayah untuk mengoptimalkan program pembangunan keluarga, pengelolaan kependudukan, keluarga berencana, hingga percepatan penurunan stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Nyigit Wudi Amini, mengatakan, kegiatan reviu yang digelar BKKBN menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus berbagi praktik baik yang telah diterapkan di sejumlah kabupaten.
Menurutnya, praktik baik dari daerah yang dinilai berhasil diharapkan dapat diadopsi dan dikembangkan oleh kabupaten lainnya di Kalimantan Barat. “Agenda hari ini dari BKKBN, kita ingin sharing praktik baik untuk bisa diterapkan di beberapa wilayah yang ada di Kalimantan Barat, supaya sama-sama bisa mengoptimalkan kabupatennya,” ujar Nyigit, usai pembukaan Rapat Koordinasi dan Reviu Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Serta Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalbar Semester I Tahun 2026, di Kantor BKKBN Perwakilan Kalbar, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menegaskan, pembangunan kependudukan, keberhasilan program keluarga berencana, maupun upaya penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, BKKBN terus mendorong kolaborasi dengan berbagai unsur, baik pemerintah maupun pihak swasta, untuk bersama-sama memperkuat pelaksanaan program pembangunan.
“Ketika kita ingin melakukan pembangunan kependudukan, mengelola dinamika penduduk dengan baik, menyukseskan keluarga berencana, dan menurunkan stunting, itu tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan semua pihak terus kita lakukan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, BKKBN menghadirkan narasumber dari Kabupaten Sintang, Sanggau, dan Sambas. Ketiga kabupaten ini dinilai memiliki praktik baik yang dapat dibagikan kepada daerah lain. Materi yang dibahas mencakup program pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan kependudukan.
Nyigit menjelaskan, masing-masing kabupaten memiliki keunggulan yang berbeda. Sejumlah daerah dinilai berhasil dalam pembangunan keluarga melalui penguatan kelompok kegiatan masyarakat dan berbagai program pendukung lainnya.
Sementara itu, kabupaten lainnya memiliki capaian positif dalam mempercepat penurunan stunting serta pengelolaan dinamika kependudukan.
“Ketiga kabupaten ini kita pilih karena memiliki capaian dari sisi pembangunan keluarga, kecepatan penurunan stunting, dan pembangunan kependudukan. Praktik baik ini diharapkan bisa ditularkan kepada daerah yang lain,” ucapnya.
BKKBN Kalbar berharap penguatan sinergi dan pertukaran praktik baik antardaerah dapat mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta penurunan stunting di Kalbar.
Baca juga: BKKBN Kalbar Dorong Remaja Susun Perencanaan Hidup sejak Dini
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....