Pontianak Siap Sukseskan Sekolah Rakyat Gratis Berkualitas
- 24 Jul 2025 14:34 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pemerintah Kota Pontianak menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan program nasional Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu atau miskin ekstrem. Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif bersama Kepala Dinas Sosial dan DPRD Kota Pontianak melalui program Lintas Pontianak Pagi, Rabu (23/7/2025).
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Trisnawati menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden RI yang dirancang untuk menghadirkan pendidikan gratis dengan fasilitas lengkap, termasuk asrama bagi siswa.
“Sekolah rakyat ditujukan untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Ada dua bentuk sekolah: rintisan dan permanen. Sekolah rintisan memanfaatkan gedung yang tidak terpakai, sementara sekolah permanen dibangun di atas lahan baru dari pemerintah daerah,” kata Trisnawati.
Trisnawati juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Pontianak siap membangun sekolah permanen dengan penyediaan fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar. Pada tahap awal, sekolah hanya akan menerima 100 peserta didik yang dibagi sesuai jenjang pendidikan berdasarkan kebutuhan dan peminat terbanyak.
“Semua peserta wajib tinggal di asrama sebagai bagian dari syarat mengikuti sekolah rakyat,” tambahnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Anggi Febri Ardika menegaskan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar dirancang untuk masyarakat tidak mampu, dan semua layanan bersifat gratis.
“Khususnya bagi orang tua yang memiliki anak berbakat namun tidak punya biaya, sekolah ini bisa menjadi harapan. Ini bukan tentang persaingan dengan sekolah lain, tapi justru menjadi contoh sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” ujar Anggi.
Ia menambahkan, peran sektor swasta juga penting dalam mendukung penyediaan fasilitas, karena banyak bangunan swasta yang bisa digunakan untuk kegiatan pendidikan melalui koordinasi bersama pemerintah.
Trisnawati juga membeberkan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan 1.554 guru P3K dan 2.730 ASN tenaga pengajar dengan sistem penugasan untuk mendukung pelaksanaan sekolah rakyat secara nasional. Ia berharap program ini mampu melahirkan lulusan yang berkompeten, berkarakter, dan layak bermimpi besar.
Di sisi lain, Anggi menyoroti tantangan dalam sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) ke depan agar lebih tertata dan inklusif, termasuk melibatkan swasta dalam jadwal yang selaras.
Dalam kunjungan lapangan, Trisnawati mengungkap fakta bahwa masih ada keluarga yang tidak hanya kekurangan secara ekonomi, tetapi juga tidak memiliki kesadaran pentingnya pendidikan. Karena itu, ia menekankan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mendukung proses belajar anak-anak.
Anggi menutup dialog dengan ajakan kepada masyarakat untuk bersama menyambut kehadiran sekolah rakyat di Pontianak. Ia berharap sekolah ini akan menjadi wadah mencetak generasi dengan akhlak mulia, penguasaan literasi digital, serta kepemimpinan yang kuat.
“Di asrama nanti juga, anak-anak akan dibimbing oleh tenaga yang berkualitas. Dengan sistem ini, kita harapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah,” pungkasnya.
Penulis: Mahasiswa Magang M. Efendy
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....