Gubernur Kalbar Sebut Sylva Jadi Ruang Lahirnya Inovasi Kehutanan Berkelanjutan
- 18 Mei 2026 15:13 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- KNSI XXI
- Sylva
- Gubernur Kalbar
RRI.CO.ID, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyebut Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KSNI) XXI Tahun 2026 sebagai momentum penting bagi generasi muda kehutanan untuk melahirkan gagasan dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal tersebut disampaikan Norsan saat membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia XXI di Universitas Tanjungpura, tepatnya di Gedung Konferensi Teater I, Senin, 18 Mei 2026.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus pusat Sylva Indonesia, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, serta seluruh panitia. Kami bangga Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan generasi muda kehutanan Indonesia,” kata Norsan.
Dalam sambutannya, ia menilai tema konferensi yang mengangkat kolaborasi multipihak untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman hayati sangat relevan dengan kondisi kehutanan Indonesia saat ini.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan hutan tropis yang luar biasa, termasuk Kalimantan Barat yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia. Namun, berbagai tantangan juga terus mengancam, mulai dari deforestasi, alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan lahan, pertambangan ilegal, hingga dampak perubahan iklim global.
“Pembangunan kehutanan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, dan generasi muda,” katanya.
Norsan juga menegaskan bahwa Sylva Indonesia memiliki posisi strategis sebagai wadah mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia dalam membangun kesadaran lingkungan. “Forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga tempat lahirnya gagasan dan aksi nyata bagi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Selain konferensi dan simposium nasional, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan field trip yang memperkenalkan kekayaan budaya dan lingkungan Kalimantan Barat melalui kunjungan ke sejumlah ikon budaya dan sejarah di Kota Pontianak. Ia berharap seluruh peserta dapat menikmati pengalaman tersebut sekaligus membawa pulang kesan positif tentang keramahan masyarakat, keberagaman budaya, hingga kuliner khas Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan itu, Norsan juga mengajak para peserta memanfaatkan konferensi sebagai ruang untuk membangun sinergi, memperluas jejaring, serta menghadirkan semangat inovasi untuk menjawab tantangan sektor kehutanan di masa depan.
“Kita ingin menyiapkan generasi muda yang berintegritas, berilmu, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki keberpihakan pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap dari Pontianak akan lahir gagasan-gagasan besar yang mampu menjaga hutan Indonesia sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Semoga dari Pontianak, Kalimantan Barat, lahir langkah nyata untuk menjaga hutan Indonesia dan melahirkan generasi muda yang kelak memimpin Indonesia di masa depan,” tutupnya.
Baca juga: Konferensi Sylva Indonesia XXI, Wamenhut Dorong Aksi Nyata Mahasiswa untuk Hutan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....