Sultan Pontianak Dorong Penggunaan Perahu Berbahan Bakar Gas

  • 19 Okt 2025 16:05 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Sultan Pontianak yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Syarif Melvin Alqadrie, mendorong penggunaan perahu berbahan bakar gas (BBG) bagi penambang sampan dan nelayan di Kota Pontianak. Penerapan BBG ini dinilai penting karena dapat mengurangi energi dan pengurangan emisi karbon di wilayah perairan.

Selain itu, menurut Syarif Melvin , penggunaan perahu berbahan bakar gas juga dapat biaya operasional harian hingga 80 persen bagi penambang maupun nelayan. Dengan penerapan BBG ini, diyakini dapat meningkatkan pendapatan mereka.

“Kami akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para penambang sampan dan nelayan untuk beralih dari bahan bakar minyak ke gas. Perbandingan biayanya jauh lebih hemat, dan ini bisa berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujar Syarif Melvin pada kegiatan Karnaval Air rangkaian memperingati Hari Jadi Kota Pontianak ke-254 di Sungai Kapuas Pontianak, Minggu, (19/10/2025).

Syarif Melvin berharap teknologi konverter kit berbahan bakar gas yang telah dipatenkan dapat disosialisasikan secara luas, terutama untuk kapal wisata dan kapal penumpang di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

“Ke depan, kami akan mengundang komunitas penambang di berbagai wilayah untuk berkoordinasi dan belajar langsung tentang penggunaan gas ini. Kami ingin Pontianak menjadi pelopor perubahan menuju transportasi sungai yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Sang Inovator sekaligus pencetus Konverter Kit ABG (Alat Bahan Bakar Gas), Amin bersalaman dengan Sultan Pontianak yang juga sebagai Anggota DPD RI Syarif Melvin Alkadrie. (RRI/Muhammad Rokib)

Sang Inovator sekaligus pencetus Konverter Kit ABG (Alat Bahan Bakar Gas), Amin menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang agar mesin perahu dapat beroperasi menggunakan gas LPG, bukan bahan bakar minyak seperti solar atau bensin.

“Selama ini kami fokus pada nelayan dan petani, tapi kini kami kembangkan untuk sektor wisata. Perahu gas ini pertama di Indonesia, dan hari ini secara resmi diluncurkan oleh Sultan Pontianak,” kata Amin.

Ia menambahkan, penerapan konverter kit tidak hanya memberikan efisiensi bahan bakar, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata sungai yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan bahan bakar gas, isu lingkungan bisa terjawab, olahraga air bisa dikembangkan, dan efisiensi bahan bakar tercapai. Kami ingin menjadikan ini sebagai ajang olahraga air berwawasan lingkungan yang bisa dikompetisikan di masa depan,” ujarnya.

Amin menyebut, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku inovasi sangat diperlukan agar inisiatif ini dapat berkelanjutan dan berkembang hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional.

“Kalau Pontianak bisa jadi pelopor balap perahu berbahan bakar gas, ini akan menjadi kebanggaan daerah dan contoh nasional. Seperti yang kita lihat hari ini, ada 20 perahu bermotor yang menggunakan bahan bakar gas serta ada atraksi balapan perahu mesin kato yang bisa menjadi magnet wisata sungai kapuas,” katanya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut mengapresiasi peluncuran perahu berbahan bakar gas tersebut. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah kota dalam mengembangkan kawasan sungai sebagai pusat peradaban dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Pontianak ini lahir dari sungai. Dulu suasananya sangat hidup, masyarakat beraktivitas di sepanjang tepian air. Melalui inovasi seperti ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat ekonomi sungai dengan cara yang lebih modern dan ramah lingkungan,” ujar Edi.

Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya mempercantik kawasan tepian sungai melalui program Waterfront City serta penataan kawasan wisata di bagian timur dan utara kota.

“Kita tidak punya tambang atau hutan luas, tapi kita punya Sungai Kapuas yang luar biasa potensinya. Karena itu, sungai harus menjadi sumber kekuatan ekonomi, budaya, dan identitas Kota Pontianak,” katanya.

Wali kota juga berharap kegiatan peluncuran perahu gas dan festival sungai yang melibatkan masyarakat, komunitas nelayan, serta Kesultanan Pontianak ini dapat menjadi agenda tahunan berskala regional hingga nasional.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi momentum memperkuat identitas budaya dan semangat gotong royong warga Pontianak,” ujarnya.

Kegiatan peluncuran perahu berbahan bakar gas oleh Sultan Pontianak dan inovator Amin ini menjadi tonggak awal penggunaan energi bersih untuk transportasi air di Kalimantan Barat. Diharapkan, inovasi tersebut dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan transisi energi serta pengembangan wisata sungai berkelanjutan di Kota Pontianak. (oki)

Baca juga: Konverter Kit ABG untuk Speedboat LPG Pertama Indonesia

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....