Forum IEF 2026 Luruskan Isu Sawit dan Lingkungan

  • 23 Apr 2026 09:58 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Isu negatif terhadap kelapa sawit kembali ramai diperbincangkan di ruang digital setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025 lalu. Komoditas sawit kerap dituding sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan yang memicu bencana tersebut.

Namun, tudingan itu dinilai tidak sepenuhnya tepat karena belum didukung data ilmiah dan fakta lapangan yang komprehensif. Kelapa sawit justru merupakan komoditas strategis nasional yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, luas perkebunan sawit Indonesia mencapai 16,83 juta hektare. Industri ini juga menyumbang devisa nonmigas sekitar Rp440 triliun pada 2024 serta menyerap hingga 16 juta tenaga kerja.

Dalam momentum Hari Bumi Sedunia, Rabu, 22 April 2026, Media Perkebunan menggelar 1st International Environment Forum (IEF) 2026 untuk membahas isu tersebut secara ilmiah dan terbuka. Ketua panitia IEF 2026, Hendra J. Purba, mengatakan tema “Kelapa Sawit Merusak Lingkungan?” sengaja diangkat untuk mengkaji fakta ekologis di lapangan sekaligus memperkuat kampanye positif industri sawit berkelanjutan.

“Forum ini diharapkan menjadi wadah ilmiah bagi generasi muda untuk menyebarkan informasi berbasis data bahwa narasi sawit merusak lingkungan tidak benar,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang, mantan Direktur Jenderal Perkebunan, menegaskan bahwa sawit memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya sehingga penggunaan lahannya lebih efisien.

Di sisi lain, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kuntoro Boga Andri menambahkan bahwa sawit memiliki peran strategis dalam sektor pangan dan energi, termasuk mendukung program biodiesel B50.

Dari sisi akademik, pakar kehutanan IPB, Sudarsono Soedomo, menjelaskan bahwa banjir bandang di Sumatera lebih dipengaruhi curah hujan ekstrem yang jauh melampaui kapasitas lingkungan. Ia menilai penyederhanaan penyebab banjir hanya pada sawit merupakan narasi yang menyesatkan dan berpotensi merugikan banyak pihak.

Forum IEF 2026 pun diharapkan menjadi ruang edukasi publik agar kebijakan dan persepsi terhadap sawit tetap berbasis data, ilmiah, dan berimbang.

Baca juga: Seminar Energi Terbarukan Bahas Target NZE dan Sawit

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....