Hadapi Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Jaga Cairan Tubuh dan Kesehatan Kulit
- 18 Sep 2026 13:22 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Menjaga kesehatan tubuh di musim kemarau
- Menjaga asupan cairan tubuh
- Daya tahan tubuh
RRI.CO.ID, Pontianak - Cuaca panas dan kondisi kering selama musim kemarau membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Masyarakat pun diminta menjaga asupan cairan serta daya tahan tubuh agar tetap sehat saat beraktivitas.
dr. Sandy dari RSUD Pontianak Utara mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak menunggu haus untuk minum, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan atau mudah berkeringat. “Yang pertama, tentu cukup minum. Kita jangan menunggu sampai haus, apalagi kalau aktivitas kita banyak di luar ruangan atau mudah berkeringat, karena kebutuhan cairan pasti akan meningkat,” ujarnya, kepada RRI.CO.ID, via Whatsapp, Jumat, 18 September 2026.
Selain mencukupi kebutuhan air putih, masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, terutama buah dan sayuran yang memiliki kandungan air cukup tinggi, seperti semangka, jeruk, dan melon. Aktivitas fisik di luar ruangan juga perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Olahraga atau aktivitas fisik sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dan tidak memaksakan diri ketika matahari sedang terik.
Menurutnya, istirahat dan tidur yang cukup juga penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, perlindungan dari paparan panas langsung juga perlu diperhatikan dengan menggunakan pakaian yang sesuai, membawa payung atau topi, serta memakai sunscreen.
Masyarakat juga diminta mengenali tanda-tanda tubuh mengalami kekurangan cairan, seperti pusing, lemas, mulut sangat kering, frekuensi buang air kecil berkurang atau urine menjadi lebih pekat, hingga jantung berdebar. Jika kondisi tersebut muncul, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat dilakukan.
Selain kondisi tubuh, cuaca panas dan kering juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat membuat kulit menjadi lebih kering sehingga lebih mudah mengalami iritasi.
dr. Sandy menyarankan masyarakat tidak terlalu sering mandi menggunakan air panas karena dapat menghilangkan lapisan minyak alami pada kulit. Air yang digunakan sebaiknya nyaman atau suam-suam kuku, serta penggunaan sabun tidak berlebihan, khususnya pada kulit yang sedang mengalami kekeringan.
Penggunaan pelembap juga dianjurkan, terutama setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap. Cara tersebut dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit.“Selama musim kemarau, prinsipnya adalah jangan membuat kulit semakin kering, tetap jaga kelembabannya, dan lindungi dari paparan sinar matahari berlebihan,” kata dr. Sandy.
Untuk aktivitas di luar ruangan, kulit juga perlu dilindungi menggunakan pakaian yang menutupi tubuh dan sunscreen pada bagian yang terpapar sinar matahari, seperti wajah. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggaruk kulit terlalu kuat ketika terasa gatal. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan luka kecil sehingga kulit semakin mudah mengalami peradangan dan iritasi.
Menurutnya, cukup minum tetap penting untuk menjaga hidrasi tubuh, meskipun konsumsi air bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelembapan kulit. Kondisi hidrasi tubuh menjadi semakin penting ketika cuaca panas dan aktivitas menyebabkan banyak berkeringat.
Baca juga: Pendinginan Karhutla di Desa Sepan Tonak Gunakan Helikopter Bell 412
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....