Kerap Bikin Mager, Ini Cara Praktis Gen-Z Atasi Nyeri Haid

  • 06 Jun 2026 09:09 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Masalah nyeri haid atau dalam istilah medis disebut dismenore, menjadi keluhan yang paling sering dihadapi oleh remaja putri atau generasi Z (Gen-Z) saat ini. Tidak jarang, rasa nyeri yang tidak tertahankan ini mengganggu aktivitas sehari-hari hingga memicu rasa malas bergerak (mager).

Menyikapi hal tersebut, Bidan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat, Clara Lipani, membagikan sejumlah tips dan metode praktis yang kerap diterapkan remaja masa kini untuk meredakan dismenore. Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Ruang Obrolan Pro 2 (Ronda) di RRI Pontianak pada Kamis, 4 Juni 2026 malam.

Menurut Clara, Gen-Z saat ini sangat dimudahkan dengan keberadaan berbagai produk inovatif yang praktis dan mudah ditemukan di pasaran maupun online shop. "Cara praktis pertama yang sering dipakai anak muda sekarang itu heating pad atau plester hangat. Bentuknya melingkar lebar dan tinggal ditempel di perut bagian bawah. Ini sangat membantu kalau sedang bepergian atau dalam kondisi mendesak," ujar Clara.

Selain heating pad, produk yang belakangan ini sedang viral di media sosial adalah sabuk penghangat menstruasi elektrik. Alat portable yang bisa diisi daya (rechargeable) menggunakan power bank ini tidak hanya memberikan sensasi hangat, tetapi juga dilengkapi fitur getaran halus yang berfungsi seperti pijatan lembut di area perut.

"Ada juga bantal penghangat khusus nyeri haid yang memiliki ruang di tengahnya untuk memasukkan tangan. Modelnya pun beragam dan menarik bagi anak muda, seperti karakter Kuromi atau Hello Kitty. Semua alat ini prinsipnya sama, memberikan kehangatan untuk meredakan kontraksi rahim," katanya, menambahkan.

Bagi remaja yang ingin melakukan aktivitas fisik ringan tanpa alat, Clara sangat menyarankan untuk mencoba olahraga yoga. Gerakan-gerakan yoga yang lentur dinilai efektif meregangkan otot tubuh dan terbukti secara klinis dapat mengurangi rasa nyeri serta memberikan rasa nyaman. Tutorialnya pun kini sangat mudah diakses secara mandiri melalui platform YouTube.

Meskipun alat-alat bantu tersebut sangat efektif meredakan nyeri secara instan, Clara menegaskan bahwa kunci utama untuk mengatasi dismenore jangka panjang adalah dengan memperbaiki pola hidup. Munculnya dismenore primer yang umum terjadi pada remaja sangat dipengaruhi oleh produksi zat prostaglandin yang memicu kontraksi rahim, serta diperparah oleh faktor eksternal seperti stres, kurang tidur, dan jarang berolahraga.

"Remaja sekarang banyak yang sering begadang karena menonton drama Korea atau drama China. Belum lagi habit mengonsumsi makanan tidak sehat seperti seblak, bakso, serta minuman manis dan bersoda. Hal-hal ini sangat memengaruhi ketidakstabilan hormon yang memicu telat haid atau nyeri yang lebih hebat," ujar Clara.

Di akhir dialog, Clara mengingatkan pentingnya menjaga kecukupan cairan dengan minum air putih minimal 2 liter sehari serta mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin, minimal seminggu empat kali bagi remaja putri. Program pemberian TTD dari pemerintah ini dilakukan untuk mencegah anemia saat menstruasi serta sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi rahim perempuan untuk mencegah stunting di masa depan.

Bagi remaja di Kota Pontianak yang ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai masalah kesehatan reproduksi dan siklus menstruasi yang tidak teratur, PKBI membuka layanan konsultasi langsung bersama bidan dengan jaminan kerahasiaan dan privasi yang aman.

Baca juga: Sulit Keluar dari 'Circle' Toxic? Ini Solusi dari dr. Firdaus

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....