Penyakit dari Makanan Masih Mengintai, Masyarakat Diminta Lebih Teliti saat Jajan

  • 20 Mei 2026 16:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kebiasaan jajan sembarangan dan kurang memperhatikan kebersihan makanan masih menjadi pemicu berbagai penyakit di masyarakat. Mulai dari diare, tipes, hingga infeksi akibat bakteri dari makanan dan minuman kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut dibahas dalam program TOSERBA (Topik Serba Ada) Pro 2 RRI Pontianak yang disiarkan langsung pada Jumat, 15 Mei 2026. Menghadirkan dokter umum dari Puskesmas Alianyang, dr. Hasbi Firmanto, dialog mengupas berbagai risiko penularan penyakit dari makanan dan minuman.

Dalam perbincangan tersebut, dr. Hasbi menyebut diare menjadi kasus yang paling sering ditemui di pelayanan kesehatan. Ia mengatakan banyak pasien mengaku gemar mengonsumsi jajanan pinggir jalan tanpa memperhatikan kebersihan makanan maupun kebiasaan mencuci tangan.

Selain diare, kasus tipes juga cukup sering ditemukan. Menurutnya, kondisi tubuh yang lelah dapat menurunkan sistem imun sehingga bakteri lebih mudah menyerang tubuh. Ia menjelaskan bakteri salmonella pada makanan yang tidak dimasak sempurna dapat menjadi salah satu penyebab penyakit tersebut.

dr. Hasbi juga menyoroti pentingnya sanitasi saat mengolah makanan. Ia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebersihan alat masak, talenan, spons pencuci piring, hingga tempat penyimpanan bahan makanan di rumah. Kontaminasi silang dari daging mentah ke makanan lain disebut berpotensi memicu penyebaran bakteri.

“Kita harus lihat dulu tempat makannya bersih atau tidak, ada lalat atau tidak. Karena lalat itu bisa membawa bakteri dari tempat kotor lalu hinggap ke makanan,” ujarnya

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat lebih selektif saat membeli makanan di luar rumah. Tempat makan yang banyak lalat, penggunaan air tergenang untuk mencuci peralatan, hingga penjual yang memegang uang sekaligus menyiapkan makanan dinilai menjadi hal yang perlu diwaspadai.

“Bakteri itu cepat berkembang biak. Kalau spons cuci piring dibiarkan lembap terlalu lama, justru bisa jadi tempat bakteri bertumbuh. Jadi alat masak dan alat cuci juga harus rutin dibersihkan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, dr. Hasbi juga menjelaskan bahwa es batu dari air yang tidak dimasak tetap dapat menyimpan bakteri meski sudah dibekukan. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan air matang saat membuat es batu agar lebih aman dikonsumsi.

Menutup dialog, dr. Hasbi mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, istirahat cukup, olahraga rutin, serta memilih makanan yang higienis. Ia menegaskan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dapat membantu menekan risiko penularan penyakit dari makanan dan minuman.

Baca juga: Mahasiswi Pontianak Bongkar Cara Upgrade Diri lewat Program Volunteer

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....