Tetap Sehat meski Terkepung Asap

  • 18 Sep 2026 09:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Paparan partikel halus dan gas beracun dalam asap dapat dengan mudah memicu gangguan pernapasan, seperti ISPA, iritasi mata, hingga memperburuk kondisi penderita asma. Oleh karena itu, penting bagi semua orang untuk memahami langkah perlindungan diri yang tepat, baik saat berada di dalam maupun di luar rumah.

Bagi Anda yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, perlindungan fisik adalah kunci utama. Selalu gunakan masker medis berkulitas tinggi atau masker N95 yang mampu menyaring partikel mikroskopis, karena masker kain biasa tidak cukup kuat menahan bahaya asap. Selain itu, lindungi mata dengan kacamata pelindung, kurangi aktivitas fisik yang berat seperti olahraga di luar ruangan, dan segeralah mandi serta berganti pakaian begitu tiba di tempat tujuan.

Sementara itu, menjaga udara di dalam rumah tetap bersih juga tidak kalah penting. Pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat untuk mencegah masuknya kabut asap dari luar. Jika memungkinkan, gunakan pemurni udara (air purifier) atau pendingin ruangan (AC) dengan mode sirkulasi dalam ruangan. Hindari pula aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara dalam rumah, seperti merokok, menyalakan lilin, atau membakar sampah di pekarangan.

Selain perlindungan dari luar, benteng pertahanan tubuh juga harus diperkuat dari dalam melalui asupan nutrisi yang tepat. Memperbanyak konsumsi air putih sangat dianjurkan untuk membantu melumasi tenggorokan serta mempercepat proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Minuman hangat seperti teh jahe atau air kunyit juga sangat baik untuk meredakan peradangan pada saluran pernapasan akibat paparan asap.

Kebutuhan vitamin dan antioksidan harian wajib dipenuhi melalui makanan sehat. Perbanyak konsumsi buah-buahan kaya vitamin C dan E seperti jeruk, pepaya, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli yang efektif melawan radikal bebas. Makanan yang kaya omega-3, seperti ikan atau kacang-kacangan, juga sangat baik untuk mengurangi risiko peradangan pada paru-paru akibat meredam efek buruk dari polusi udara.

Kesimpulannya, menghadapi musim asap karhutla memerlukan kewaspadaan ganda dari luar dan dalam tubuh. Dengan membatasi paparan asap langsung serta menjaga pola makan yang bernutrisi tinggi, risiko terkena penyakit dapat diminimalkan secara signifikan. Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika Anda atau keluarga mulai mengalami gejala sesak napas, batuk parah, atau pusing yang tak kunjung reda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....