Waspada Obat Palsu, Ini Imbauan Apoteker

  • 30 Nov 2025 20:04 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Program Toserba RRI Pro 2 Pontianak kembali mengangkat isu kesehatan masyarakat, Jumat (28/11/2025), dengan menghadirkan Apt. Diah Ismarani, S.Farm, Bendahara PC IAI Kubu Raya, sebagai narasumber. Dalam siaran tersebut, ia membahas pentingnya rantai distribusi obat yang terjaga, peran apoteker, hingga cara masyarakat memastikan obat yang dibeli aman dan tersimpan dengan baik.

Pada sesi awal, Diah menjelaskan bahwa distribusi obat merupakan proses panjang yang diawasi ketat mulai dari pabrik hingga ke fasilitas pelayanan kesehatan. Proses ini menjadi kunci untuk memastikan obat tidak rusak, tidak terkontaminasi, dan tetap memiliki efektivitas yang sama seperti saat diproduksi.

“Distributor itu tidak boleh ambil barang dari pabrik yang tidak ada penanggung jawabnya, jadi semuanya tetap di bawah pengawasan apoteker,” ujarnya.

Ia menyebut, pengaturan suhu, kelembapan, hingga lokasi penyimpanan harus sesuai standar agar obat tetap aman dikonsumsi. Hal yang tampak sederhana seperti meletakkan obat terlalu dekat jendela atau terkena matahari langsung dapat menurunkan kualitas obat tanpa disadari masyarakat.

“Obat tidak boleh terkena sinar matahari langsung karena bisa mengubah kualitas kandungan di dalamnya,” ucapnya.

Dalam siaran yang juga live di Youtube tersebut, Diah juga mengulas peredaran obat palsu yang masih ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, masyarakat perlu waspada terhadap harga obat yang terlalu murah, kemasan yang tampak tidak meyakinkan, dan tempat pembelian yang tidak resmi.

“Pastikan selalu beli obat di apotek yang ada apotekernya, karena kita bisa memastikan obat tersebut resmi, terdaftar, dan disimpan sesuai standar,” katanya, menambahkan.

Ia menutup sesi dengan imbauan agar masyarakat memberi perhatian lebih saat menyimpan obat di rumah. Obat yang berubah warna, berubah bentuk, atau melewati batas kedaluwarsa sebaiknya langsung dibuang, tidak dicoba-coba dikonsumsi kembali.

“Intinya, jadilah konsumen cerdas. Obat itu bukan sekadar barang, tapi sesuatu yang berkaitan langsung dengan kesehatan kita sendiri,” tuturnya.

Baca juga: Cantik Tanpa Anemia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....