Cantik Tanpa Anemia

  • 29 Nov 2025 23:54 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: RRI Pro 2 Pontianak menghadirkan tema menarik “Cantik Tanpa Anemia” dalam program Toserba-Topik Serba Ada, yang tayang pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Ditemani penyiar Erna dan Salma, siaran pagi itu menghadirkan narasumber dr. Muna Soraya, dan mengulas keterkaitan anemia dengan kesehatan dan kecantikan, terutama bagi perempuan.

Pada obrolan tersebut, dr. Muna menjelaskan bahwa anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan hemoglobin sehingga distribusi oksigen terganggu. Ia memaparkan bahwa kulit pucat, rambut rontok, dan kuku rapuh adalah gejala yang sering muncul tetapi kerap diabaikan. Kekurangan oksigen pada jaringan membuat tubuh tampak tidak segar dan merasa cepat lelah.

Lebih lanjut, ia menyebutkan lima tanda utama anemia, yakni lemas, letih, lesu, lelah, dan lunglai. Meski gejalanya mirip dengan kekurangan gula darah, anemia memiliki penyebab yang berbeda, terutama kurangnya asupan zat besi dalam jangka panjang.

“Kondisi diet ekstrem dan haid berlebih menjadi faktor yang paling sering memicu anemia pada perempuan,” tutur dr. Muna.

Program ini juga mengulas fenomena di kalangan remaja dan perantau yang sering memilih makanan instan tanpa memperhatikan kandungan gizi. Menurut dokter, pola makan seperti itu bisa memicu defisiensi zat besi. Ia menyarankan agar mie instan tetap dikonsumsi dengan tambahan sayur dan protein hewani agar nutrisi tetap seimbang.

dr. Muna menguraikan daftar makanan yang baik dikonsumsi untuk mencegah anemia, seperti daging merah, hati ayam atau sapi, ikan, ayam, bayam, brokoli, kangkung, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Vitamin C dari buah seperti jeruk dan tomat juga penting karena membantu penyerapan zat besi.

Namun, ia mengingatkan adanya pantangan setelah mengonsumsi makanan kaya zat besi. “Teh, kopi, dan susu sebaiknya dihindari berdekatan dengan waktu makan karena kandungan tanin dan kalsium menghambat penyerapan zat besi,” ujarnya.

Pendengar juga menanyakan waktu yang tepat mengonsumsi suplemen zat besi. dr. Muna menjawab bahwa remaja putri dan perempuan dengan menstruasi banyak dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah satu kali seminggu. Sementara ibu hamil membutuhkannya lebih banyak karena kebutuhan zat besi meningkat dua kali lipat untuk ibu dan janin.

Baca juga: Gen Z Antara Eksis, FOMO, dan Kesehatan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....