Gaya dan Cita Rasa, Evolusi Bisnis Barbershop di Kota Pontianak
- 16 Jul 2026 19:57 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Profesi barber modern telah bertransformasi menjadi industri kreatif yang menggabungkan keahlian teknis presisi dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial.
- Wavis Barbershop Pontianak memimpin tren barbershop modern sejak 2013-2014 dengan menerapkan teknik potongan matematis seperti fading dan fasilitas premium yang melampaui pangkas rambut konvensional.
- Personal branding dan konten digital di Instagram dan TikTok kini menjadi mandatory untuk capster profesional, bukan hanya sekadar showcase skill tetapi juga edukasi masyarakat tentang styling yang sesuai struktur wajah.
RRI.CO.ID, Pontianak - Transformasi profesi tukang cukur tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Jika dulu pangkas rambut hanya seputar urusan merapikan mahkota kepala, kini profesi barber atau penata rambut pria telah menjelma menjadi industri kreatif yang memadukan keahlian teknis (skill) dan teknik pemasaran digital yang menjanjikan.
Fakta menarik ini dibahas tuntas dalam program RONDA (Ruang Obrolan Pro 2) bertajuk "Gunting, Gaya, Cerita Tentang Rambut" yang dipandu oleh duo host Anwar dan Naufal. Bincang santai pada Selasa, 14 Juli 2026 ini menghadirkan Lekgus Arian dan Singgih Afriandi, dua Capster (sebutan untuk penata rambut barbershop) sekaligus motor penggerak dari Wavis Barbershop Pontianak.
Lekgus menceritakan, tren barbershop modern di Pontianak mulai menggeliat pada akhir 2013 hingga awal 2014. Saat itu, Wavis hadir mendobrak pakem dengan menawarkan edukasi teknik potongan rambut yang presisi, seperti teknik fading, serta fasilitas premium yang belum ada di pangkas rambut konvensional.
"Sebenarnya bapak-bapak di pangkas rambut pinggir jalan itu adalah barber senior. Mereka jago mengandalkan feeling karena terbiasa. Perbedaannya, barbershop masa kini mendalami teori dan perhitungan matematis di setiap potongannya. Kami tahu persis alasan di balik pemilihan alas clipper hingga arah sisiran rambut yang disesuaikan dengan struktur tulang wajah pelanggan," ucap Lekgus.
Seiring berjalannya waktu, Wavis Barbershop mengandalkan media sosial sebagai ujung tombak promosi. Para capster kini diwajibkan untuk peduli dengan personal branding, tak hanya dari segi penampilan yang necis, tapi juga kreativitas dalam memproduksi konten before-after hasil potongan mereka di Instagram dan TikTok.
"Tukang cukur tidak boleh bad mood. Seburuk apa pun suasana hati kita, kepuasan pelanggan adalah nomor satu karena dampaknya fatal. Lewat konten, kami tak sekadar pamer skill, tapi juga mengedukasi masyarakat. Rambut adalah satu-satunya 'kosmetik' utama bagi kaum pria, jadi wajar kalau ekspektasi mereka sangat tinggi saat datang ke barbershop," kata Singgih Afriandi.
Singgih yang sudah bergabung sejak 2014 itu juga membagikan pengalaman uniknya. Berawal dari gaji Rp900 ribu sebulan di sebuah restoran, profesi capster justru mengantarkannya melayani berbagai tokoh penting, mulai dari pejabat hingga atlet nasional.
"Profesi barber saat ini bisa untuk hidup sekaligus menghidupi keluarga dengan layak. Kuncinya, capster tidak boleh baperan (bawa perasaan). Pelanggan bebas meminta gaya apa pun, entah itu Korean style, comma hair, atau merapikan potongan karena razia sekolah, asalkan diskusinya (kesepakatan) deal di awal sebelum rambut dipangkas," ujar Singgih.
Melihat tingginya animo anak muda terhadap profesi ini, Wavis juga membuka "Wavis Akademi" sebagai wadah kursus bagi calon barber dari nol. Akademi ini mengajarkan teori sejarah barber, simulasi menggunakan manekin, hingga praktik ke model sukarelawan, demi memastikan standar kualitas tetap terjaga tanpa mengorbankan rambut pelanggan asli.
Saat ini, Wavis Barbershop telah memiliki empat cabang yang tersebar di wilayah Pontianak, yakni di Jl. Dr. Sutomo, Jl. Putri Dara Hitam, Jl. Nusa Indah 2, dan Jl. Karya Baru. Mereka tidak lagi sekadar menawarkan jasa potong fading biasa, tetapi sudah merambah ke inovasi chemical treatment mutakhir seperti pelurusan dan pengeritingan rambut (perming, down perm, smoke and volume).
Menutup perbincangan malam itu, Lekgus memberikan tips penting bagi para pria yang ingin berganti gaya rambut.
"Jangan takut berkomunikasi dengan capster. Konsultasikan keinginan Anda, diskusikan kecocokannya dengan bentuk wajah, dan pastikan sudah deal sejak awal agar hasil akhirnya tidak mengecewakan," katanya.
Baca juga: Mahasiswa Pontianak Gugat Standar Gender yang Membunuh Potensi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....