Kisah Sambal Kitepon di Obrolan Wirausaha Pro 2 RRI Pontianak
- 26 Mei 2026 19:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Perjalanan sebuah usaha sering kali dimulai dari langkah kecil dan penuh proses. Hal itu tergambar dalam obrolan inspiratif program Obrolan tentang Wirausaha (OTW) di Pro 2 RRI Pontianak bersama Rini, owner Sambal Kitepon, pada Selasa (26/5/2026). Rini membagikan cerita tentang bagaimana produk rumahan yang dirintis dengan sederhana kini berkembang menjadi produk yang lebih siap bersaing di pasar.
Dalam perbincangan tersebut, Rini menceritakan saat pertama membangun usaha, fokus utamanya bukan pada tampilan, melainkan bagaimana menghadirkan cita rasa yang konsisten dan bisa diterima konsumen. Produk Sambal Kitepon pada awalnya hadir dengan kemasan sederhana sebagai langkah awal memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Seiring bertambahnya pelanggan dan meningkatnya pesanan sambal, Sambal Kitepon mulai melakukan berbagai pengembangan. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah inovasi pada kemasan. Jika sebelumnya tampil sederhana, kini produk hadir dengan desain yang lebih praktis, modern, dan mudah dibawa ke mana saja sehingga lebih sesuai dengan gaya hidup masyarakat yang aktif.
Menurut Rini, kemasan bukan hanya soal tampilan, tetapi juga menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus memberikan kenyamanan bagi konsumen.
Perjalanan tersebut juga dibarengi dengan upaya membangun kepercayaan pelanggan melalui legalitas usaha. Saat ini Sambal Kitepon telah memiliki sertifikat halal, PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), serta NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai bentuk komitmen menghadirkan produk yang memenuhi standar dan semakin siap berkembang. Langkah ini Rini dapatkan setelah melakukan pelatihan yang diadakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kalimantan Barat agar UMKM bisa naik kelas.
Dalam kesempatan tersebut, Rini juga menyampaikan bahwa perjalanan membangun usaha mulai terbuka setelah mengikuti pelatihan. Sehingga yang dicapai sekarang menurutnya bukanlah proses yang instan. Konsistensi, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus belajar menjadi kunci agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
"Menurut saya, dalam membangun usaha itu perlu ketekunan dan mau belajar terus menerus yang ketika jatuh kemudian harus bangkit lagi. Ikut pelatihan yang diadakan pemerintah sangat membantu kita untuk dapat memperkenalkan produk dan membuka jaringan. Karena sampai saat ini, sambal kitepon ini sudah dijual ke 12 mini market yang ada di Kota Pontianak," jelas Rini.
Kisah Sambal Kitepon menjadi gambaran bahwa UMKM lokal mampu bertumbuh dari hal sederhana menjadi produk yang lebih profesional. Dari sebuah kemasan awal yang sederhana, kini hadir produk yang lebih praktis, terpercaya, dan siap menemani konsumen ke mana saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....