Minul Dimsum Pontianak, Comfort Food Favorit Anak Muda
- 20 Des 2025 17:10 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Usaha kuliner Minul Dimsum Pontianak kian mencuri perhatian pecinta dimsum di Kota Pontianak. Berawal dari iseng menerima pesanan kecil, kini Minul Dimsum tumbuh menjadi UMKM kuliner yang mampu memproduksi hingga ratusan box per hari dan dikenal dengan kualitas bahan premiumnya.
Di hadapan Host Krismi dan Salma di acara Young Entrepreneur, Selasa (16/12/2025), Pemilik Minul Dimsum, Endang, menceritakan usaha ini bermula sekitar satu tahun lalu dari pengalaman pribadi. Ia dan sang suami, Wahid, awalnya hanya menyiapkan camilan untuk keluarga sebelum akhirnya dibawa ke kantor dan mendapat respons positif.
“Awalnya cuma bikin dimsum buat cemilan. Setelah dibawa ke kantor, teman-teman suka dan mulai open PO. Dari situ alhamdulillah banyak yang approve,” ujar Endang.
Nama Minul sendiri dipilih karena ukuran dimsumnya yang besar dan mengenyangkan. Sejak awal, pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial dan layanan pesan antar, yang ternyata mendapat sambutan luas dari masyarakat.
“Kita fokus di online, dan alhamdulillah rating-nya rata-rata bintang lima. Dari GoFood dan ShopeeFood saja bisa sampai 50–80 box per hari,” kata Wahid.
Keunggulan Minul Dimsum terletak pada pemilihan bahan baku. Seluruh proses produksi dikontrol langsung oleh pemilik, mulai dari pemilihan ayam filet paha, udang segar berukuran besar, hingga saus mentai racikan sendiri.
“Kita pakai bahan premium semua. Udangnya kita pilih sendiri, ukuran besar dan fresh. Dari nol sampai jadi itu kita kontrol langsung,” kata Endang, menjelaskan.
Dalam sehari, Minul Dimsum bisa mengolah sekitar 30 kilogram ayam filet paha. Jumlah tersebut bisa meningkat saat ada event atau pesanan khusus seperti ulang tahun, wisuda, hingga hamper hari besar.
“Awalnya produksi cuma 4 kilo ayam, sekarang bisa sampai 30 kilo per hari. Kalau ada event, produksinya bisa lebih banyak lagi,” ucap Wahid.
Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu dan fluktuasi harga bahan baku, pasangan ini tetap menjaga konsistensi rasa dan kualitas. Mereka meyakini inovasi produk dan kontrol mutu menjadi kunci bertahan di tengah ketatnya persaingan usaha dimsum.
“Di dunia kuliner, rasa itu nggak boleh berubah. Makanya setiap hari kita kontrol takaran, tekstur, dan kualitasnya,” kata Endang.
Ke depan, Minul Dimsum berencana menghadirkan produk baru dan membuka cabang di lokasi strategis, seiring meningkatnya permintaan dari pelanggan.
Baca juga: Kerupuk Ikan Pelia Bangkitkan UMKM Kuliner Kalbar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....