OJK Percepat Akselerasi Startup Keuangan Digital Nasional
- 24 Jul 2026 12:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Otoritas Jasa Keuangan mempercepat akselerasi startup untuk memperkuat inovasi keuangan digital yang tepercaya, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat ekosistem inovasi sektor jasa keuangan melalui program akselerasi perusahaan rintisan (startup). Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan pengembangan startup harus diarahkan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui kolaborasi yang kuat.
"OJK ingin Indonesia menjadi center of excellence untuk digital finance dan digital economy. Untuk mencapainya, kita harus membangun kolaborasi yang kuat antara regulator, industri, pemerintah, akademisi, investor, dan para inovator dalam satu ekosistem yang mampu menciptakan nilai bagi perekonomian nasional," ujar Adi dalam Focus Group Discussion bertajuk Accelerating the Next Generation of Innovators di Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Adi, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital dunia berkat besarnya pasar domestik, talenta digital yang kreatif, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang. Namun, daya saing tersebut harus dibangun di atas kepercayaan publik.
"Dalam ekonomi digital, trust is the ultimate currency. Inovasi tidak cukup hanya unggul secara teknologi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat," katanya.
Sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), OJK tidak hanya menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pelindungan konsumen, tetapi juga berperan mendorong inovasi sektor jasa keuangan agar berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam forum yang sama, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menegaskan transformasi digital menjadi syarat utama untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di tingkat global. "Kalau kita ingin maju, kita tidak punya pilihan selain melakukan transformasi dan beradaptasi dengan teknologi baru. Ke depan, ekonomi akan semakin digerakkan oleh pertukaran data, sehingga teknologi digital menjadi fondasi penting bagi daya saing Indonesia," ujar Edwin.
Pada 2026, OJK menjalankan dua program akselerasi, yakni OJK Fintech Startup Accelerator bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta OJK Infinity Accelerator bersama Kementerian Ekonomi Kreatif. Kedua program tersebut memberikan pendampingan mulai dari penguatan model bisnis, validasi pasar, strategi produk, hingga klinik regulasi dan mentoring sebelum memasuki tahap Demo Day.
Melalui program akselerasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan itu, OJK berharap semakin banyak startup sektor jasa keuangan digital Indonesia yang tumbuh sehat, patuh terhadap regulasi, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu bersaing di tingkat global.
Baca juga: OJK Optimistis Kredit UMKM Tumbuh hingga Akhir 2026
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....