OJK Dorong Pindar Perkuat Pembiayaan UMKM

  • 29 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Otoritas Jasa Keuangan mencatat pembiayaan Pindar kepada UMKM terus meningkat hingga Juni 2026 dengan pertumbuhan tahunan signifikan.

Penyaluran pembiayaan industri Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending) kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp35,12 triliun.

Angka tersebut tumbuh 23,25 persen secara tahunan atau year on year (yoy), sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran Pindar dalam mendukung kebutuhan pendanaan pelaku UMKM.

Pembiayaan UMKM itu mencapai sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan Pindar yang pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp105,14 triliun.

Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat yang diukur melalui TWP90 berada pada posisi 4,26 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan, industri Pindar memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM.

“Industri Pindar memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” kata Agusman dalam acara Fintech Lending Days, Jumat,28 Agustus 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman pada acara Fintech Lending Days, Jumat (Foto : OJK)

Menurut Agusman, dukungan terhadap pembiayaan UMKM melalui industri Pindar sejalan dengan kebijakan OJK untuk memperluas akses pembiayaan yang berkualitas.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran industri Pindar dalam mendukung pertumbuhan usaha produktif.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, kontribusi industri Pindar terhadap pembiayaan UMKM sangat besar dan sejalan dengan program pemerintah.

“Pindar punya kontribusi yang luar biasa dalam pembiayaan UMKM. Untuk itu industri ini harus diberikan ruang yang cukup untuk terus tumbuh dari sisi regulasi, pondasi hukum, serta ekosistem yang mendukung,” ujar Misbakhun.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar menekankan agar pertumbuhan industri Pindar tidak hanya agresif, tetapi juga sehat dan berkelanjutan.

“Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Entjik.

Gubernur Bali I Wayan Koster juga mendorong industri Pindar meningkatkan pembiayaan produktif kepada UMKM untuk memperkuat perekonomian rakyat.

Dalam kegiatan tersebut turut digelar penandatanganan Nota Kesepahaman antara sejumlah perusahaan Pindar dan pelaku UMKM, serta pameran dan business matching untuk memperluas peluang pembiayaan dan pengembangan usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....