APBN Kalbar Tetap Tumbuh di tengah Gejolak Global
- 29 Mei 2026 18:55 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ketidakpastian ekonomi global belum surut, namun kinerja APBN Regional Kalimantan Barat (Kalbar) tetap menunjukkan pertumbuhan positif berkelanjutan.
Kondisi ekonomi dunia masih dibayangi dinamika geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga perlambatan perdagangan internasional. Meski demikian, perekonomian Indonesia dinilai tetap mampu bertahan dengan dukungan konsumsi domestik, investasi, dan peran APBN dalam menjaga daya beli masyarakat.
Sejalan dengan kondisi nasional tersebut, kinerja APBN Regional Kalbar hingga 30 April 2026 masih menunjukkan tren positif. Dalam Konferensi Pers APBN Kalimantan Barat Edisi Mei 2026, Pendapatan Negara di Kalbar tercatat mencapai Rp4,45 triliun atau 26,56 persen dari target. Sementara Belanja Negara terealisasi sebesar Rp9,20 triliun atau 34,46 persen dari pagu anggaran.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Kalbar, Triyanto, menegaskan APBN Regional Kalbar tetap mampu tumbuh di tengah tekanan ekonomi dunia yang masih berlangsung.
“Di tengah gejolak geopolitik dunia, APBN Regional Kalimantan Barat tetap tumbuh,” ujar Triyanto di Pontianak, Rabu, 27 Mei 2026.
Penerimaan perpajakan masih menjadi penopang utama dengan realisasi mencapai Rp3,97 triliun atau tumbuh 16,83 persen secara tahunan. Pertumbuhan penerimaan pajak didorong sektor Administrasi Pemerintahan yang tumbuh 43,73 persen, Industri Pengolahan 26,33 persen, serta sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 22,91 persen.
Sementara itu, sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak dengan kontribusi mencapai 26,65 persen. Kondisi ini menunjukkan aktivitas distribusi barang dan konsumsi domestik masyarakat Kalbar masih cukup kuat di tengah tekanan ekonomi global.
Dari sektor kepabeanan dan cukai, penerimaan Bea Cukai hingga April 2026 tumbuh 5,82 persen secara tahunan. Pertumbuhan Bea Masuk didorong impor komoditas caustic soda untuk pengolahan alumina, prefabricated building, serta generator.
Namun demikian, Bea Keluar masih mengalami kontraksi sebesar 10 persen akibat belum adanya ekspor crude palm oil atau CPO. Saat ini ekspor Kalbar masih didominasi produk turunan CPO serta Palm Kernel Shell dan Palm Kernel Expeller.
Pemerintah berharap kinerja positif APBN Regional Kalbar dapat terus terjaga sepanjang tahun 2026 melalui optimalisasi penerimaan negara dan percepatan belanja pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: APBN Kalimantan Barat Tetap Tumbuh di tengah Gejolak Global
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....