Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun di Awal 2026
- 22 Mei 2026 16:24 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - PT Pegadaian kembali menunjukkan ketangguhannya sebagai pilar keuangan nasional lewat pertumbuhan kinerja positif sepanjang awal tahun 2026. Hingga 30 April 2026, Pegadaian berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,38 triliun atau tumbuh 87,2 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp2,34 triliun.
Kinerja positif tersebut ditopang strategi bisnis yang adaptif serta ekspansi ekosistem emas yang terus diperkuat di berbagai sektor layanan perusahaan. Selain laba yang melonjak signifikan, Pegadaian juga mencatat total aset mencapai Rp183,8 triliun atau meningkat 56 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp117,8 triliun.
Pertumbuhan aset tersebut didorong peningkatan Outstanding Loan atau OSL gross yang mencapai Rp153,6 triliun, naik 58,8 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp96,7 triliun. Di tengah ekspansi bisnis yang agresif, kualitas pembiayaan Pegadaian juga semakin sehat dengan rasio Non-Performing Loan atau NPL turun dari 0,82 persen menjadi 0,51 persen.
Pengelolaan portofolio yang solid turut mendorong peningkatan rasio profitabilitas perusahaan, dengan Return on Asset mencapai 7,49 persen dan Return on Equity sebesar 29,72 persen.
Efisiensi operasional perusahaan juga semakin membaik. Hal itu terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional atau BOPO yang turun menjadi 59,71 persen.
Direktur Utama Damar Latri Setiawan menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut yang bertepatan dengan momentum usia Pegadaian yang kini memasuki 125 tahun.
“Tidak mudah menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa loyalitas dan kepercayaan besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama,” ujarnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Ia menegaskan pencapaian tersebut juga menjadi hasil dari dedikasi seluruh Insan Pegadaian dalam menjaga kinerja perusahaan tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan. Menurut Damar, Pegadaian akan terus memperkuat transformasi digital melalui layanan investasi modern yang mudah diakses masyarakat lintas generasi.
“Hadirnya layanan Bulion dan kemudahan digital melalui aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah masyarakat berinvestasi aman bersama Pegadaian,” ujarnya.
Pegadaian juga mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin operasional usaha bulion atau Bank Emas dari Otoritas Jasa Keuangan. Melalui legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan layanan Bulion Services lengkap mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi hingga Perdagangan Emas.
Damar menilai emas tetap menjadi aset safe haven yang paling diminati masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi global saat ini. “Dengan hadirnya layanan Bulion terintegrasi, kami optimistis dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap roda perekonomian nasional sekaligus mewujudkan misi MengEMASkan Indonesia,” ucap Damar.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis menyampaikan capaian positif perusahaan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pegadaian di daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Transformasi digital, penguatan ekosistem emas, serta hadirnya layanan Bulion menjadi langkah strategis perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan investasi yang aman dan terpercaya,” kata Rinaldi.
Baca juga: Pegadaian Raih Penghargaan Contact Center Terbaik 2026
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....