MBG Kembali Disalurkan, Orang Tua Siswa SDN 29 Pontianak Sambut Positif
- 05 Okt 2026 18:05 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- MBG di SD kembali disalurkan
- SD Negeri 29 Pontianak
- Pemenuhan Gizi Anak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada siswa SD Negeri 29 Pontianak setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara.
Kepala SD Negeri 29 Pontianak, Sri Suwarni, mengatakan, kembalinya pelaksanaan MBG dilakukan setelah pihak sekolah melakukan polling ulang kepada orang tua siswa dan guru.
Hasil polling menunjukkan sekitar 90 persen orang tua menyatakan setuju program MBG kembali dilaksanakan. Guru-guru di sekolah juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut.
“Sekitar 90 persen orang tua setuju, guru-guru juga setuju untuk dilaksanakan MBG kembali,” ujar Sri Suwarni, saat dijumpai di ruang kerjanya, Sanin, 5 Oktober 2026.
Menurut Sri, sebelumnya orang tua meminta pelaksanaan MBG ditunda karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi air yang digunakan untuk kebutuhan penyediaan makanan, terutama setelah hujan turun beberapa kali.
Namun, setelah dilakukan pembahasan dan koordinasi bersama orang tua serta guru, pihak sekolah sepakat untuk kembali melaksanakan program MBG.
“Pertimbangannya kemarin karena air, kita khawatir karena air baru hujan beberapa kali dan kita tidak tahu pakai air apa. Tapi sekarang sekolah dan orang tua sudah sepakat,” katanya.
Sri menambahkan, pelaksanaan pembelajaran di sekolah saat ini juga belum sepenuhnya kembali seperti kondisi normal karena masih menyesuaikan situasi dan informasi dari Dinas Pendidikan.
Dari sisi keamanan makanan, pihak sekolah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan makanan yang diterima siswa dalam kondisi aman. Salah satunya dengan meminta koordinator mencicipi makanan sebelum diberikan kepada siswa.
Selain itu, makanan yang dibagikan kepada siswa juga dikemas dalam kondisi tersegel.
Sementara itu, Rohani, salah seorang ibu siswa kelas dua SD Negeri 29 Pontianak, menyambut positif kembali dilaksanakannya program MBG.
Menurutnya, MBG membantu memenuhi kebutuhan gizi anak karena menu makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.
“Yang jelas gizinya tercukupi, karena sudah sesuai dengan ahli gizi untuk memberi makan anak. Kalau makan di rumah sebenarnya cukup, tapi mungkin sayurnya kurang. Dengan adanya MBG ini, tercukupi gizinya,” ujar Rohani.
Rohani berharap program MBG dapat terus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kualitas dan keamanan makanan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat makanan.
“Harapannya tetap ada MBG, mungkin lebih dijaga higienisnya agar tidak terjadi seperti yang viral saat ini, keracunan dan lain-lain,” ungkapnya.
Pihak sekolah juga berharap variasi menu MBG dapat terus ditingkatkan agar siswa tidak mudah bosan dan semakin antusias mengonsumsi makanan yang disediakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....