FKUB Kalbar: Toleransi Kunci Wujudkan Kerukunan Antarumat Beragama
- 10 Jul 2026 07:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat menegaskan bahwa toleransi merupakan fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai tersebut dinilai harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar dipahami sebagai konsep.
Hal itu disampaikan Bendahara FKUB Kalimantan Barat, Sutadi, S.H., dalam dialog Moderasi Beragama di Pro 1 RRI Pontianak, Selasa, 7 Juli 2026. Menurutnya, dalam perspektif ajaran Konghucu, moderasi beragama berarti menjalankan agama dengan sikap tengah, bijaksana, menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi toleransi demi terciptanya kehidupan yang damai.
"Moderasi beragama dalam ajaran Konghucu adalah menjalankan agama dengan sikap tengah, bijaksana, menghormati perbedaan, menjunjung toleransi, dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Kita beragama, tetapi tetap harus menghormati keberadaan agama lain," ujar Sutadi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh agama pada hakikatnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, keadilan, dan keharmonisan. Karena itu, menurutnya, yang terpenting bukan hanya memahami ajaran agama, melainkan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalau kita hanya membaca, menghafal, atau beribadah tanpa mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan, manfaatnya tidak akan maksimal. Yang paling penting adalah implementasinya," katanya.
Sutadi menilai pembentukan karakter toleran harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dalam ajaran Konghucu, pendidikan rumah tangga menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi yang menghormati orang lain.
"Seorang anak harus diajarkan berbakti kepada orang tua dan menghormati yang lebih tua sejak dini. Kalau di rumah saja tidak bisa menghormati orang tua dan saudaranya, akan sulit baginya menghormati orang lain ketika hidup bermasyarakat," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa orang tua memegang peran besar dalam membangun karakter anak agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi negatif yang berkembang di media sosial maupun faktor-faktor lain di luar keluarga.
"Melahirkan anak tetapi tidak mendidiknya adalah kesalahan orang tua. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah," tegasnya.
Dalam dialog tersebut, Sutadi mengutip ajaran Nabi Konghucu mengenai satu kata yang dapat dijadikan pedoman hidup, yaitu 'Su' yang berarti tenggang rasa atau toleransi.
"Toleransi adalah satu kata yang bisa dipakai sepanjang hidup. Kalau kita ingin dihormati, maka hormatilah orang lain. Kalau kita tidak ingin dibohongi, jangan membohongi orang lain. Prinsip itu berlaku dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul saat ini sering kali dipengaruhi oleh kepentingan tertentu, termasuk pengaruh media sosial maupun kepentingan politik yang dapat memecah belah masyarakat apabila tidak disikapi secara bijaksana.
Sebagai pengurus FKUB Kalimantan Barat sejak awal pembentukan forum tersebut, Sutadi mengatakan FKUB memiliki fungsi sebagai wadah dialog lintas agama sekaligus jembatan komunikasi dalam menjaga kerukunan masyarakat.
Ia menyebut FKUB secara rutin memfasilitasi dialog antar tokoh agama, membantu penyelesaian konflik, memberikan masukan kepada pemerintah, melakukan edukasi moderasi beragama, serta mendorong kerja sama lintas agama.
"FKUB hadir sebagai wadah dialog agar tercipta saling pengertian dan saling menghormati. Ketika muncul persoalan, kami juga berupaya menjadi mediator sehingga konflik dapat diselesaikan secara damai," katanya.
Sutadi menambahkan, Kalimantan Barat telah dua kali meraih Harmony Award, sementara Kota Singkawang juga dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Kalimantan Barat mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa menjaga toleransi bukan hanya tugas FKUB, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
"Moderasi beragama tidak cukup hanya disosialisasikan. Yang paling penting adalah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau hanya disampaikan tanpa dilaksanakan, hasilnya tidak akan maksimal," pungkasnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....