Duta HIV Cilik Ajak Anak Berani Peduli dan Berbagi sejak Dini
- 15 Sep 2026 06:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Menanamkan kepedulian sosial kepada anak sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk generasi yang berani, percaya diri, dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Hal tersebut tercermin dari aktivitas Nadinee Angelista Gracella Situngkir dan Rachel Nathania Situngkir, dua anak yang menyandang predikat Duta HIV Cilik 2025. Keduanya aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial, edukasi, modeling, hingga aktivitas seni di luar sekolah. Didampingi sang ibu, Rosalina Rita Maya Butar-butar, Nadine dan Rachel berbagi pengalaman mengenai aktivitas mereka sebagai anak yang aktif berkegiatan di tengah kesibukan sekolah, dalam program IDOLA (Indonesia Layak Anak), di RRI Pro 1 Pontianak, Minggu, 13 September 2026.
Rosalina mengatakan, keterlibatan anak dalam berbagai kegiatan tidak hanya bertujuan mengembangkan bakat, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk belajar bersosialisasi dan melakukan aktivitas positif.
“Kalau misalnya hanya belajar terus, kita juga ingin memasukkan mereka ke seni. Kalau memang mereka berminat, ternyata mereka senang juga dengan kegiatan seni,” ujar Rosalina.
Nadine yang kini berusia delapan tahun dan duduk di kelas tiga SD, serta Rachel yang berusia tujuh tahun dan duduk di kelas satu SD, sama-sama mengikuti kegiatan modeling dan dance. Keduanya telah menekuni aktivitas modeling selama sekitar tiga tahun. Kegiatan tersebut dilakukan setiap akhir pekan sehingga tetap dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas pendidikan formal mereka. Menurut Rosalina, kegiatan di sanggar juga menjadi sarana bagi kedua anaknya untuk bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai sekolah.
“Di sanggar mereka ketemu dengan teman-teman, sekaligus bermain juga. Jadi tidak hanya belajar terus,” katanya.
Sebagai Duta HIV Cilik 2025, Nadine dan Rachel juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial. Salah satunya membagikan masker dan vitamin kepada masyarakat. Di tengah kondisi kabut asap, keluarga tersebut juga berupaya mengambil bagian dalam kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Rosalina menjelaskan, kegiatan sosial tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dilakukan melalui tindakan sederhana. Keterlibatan dalam kegiatan sosial juga diharapkan dapat membangun rasa empati dan kepedulian sejak usia dini.
Selain modeling dan dance, Nadine dan Rachel juga mendapatkan pembelajaran public speaking. Menurut Rosalina, kemampuan berbicara di depan umum penting karena anak tidak hanya dituntut mampu tampil di atas panggung, tetapi juga harus dapat memperkenalkan diri dan menjawab pertanyaan audiens.
“Kalau kita misalnya di modeling, tidak hanya harus pandai fashion. Di situ ada perkenalan, kita harus melatih diri memperkenalkan diri kepada audiens. Kalau ada pertanyaan dari audiens, kita bisa menjawab dan tidak bingung atau canggung di panggung,” jelasnya.
Pembelajaran public speaking bahkan dilakukan secara daring. Anak-anak dilatih untuk mampu berkomunikasi melalui platform digital sekaligus membangun keberanian tampil di depan orang lain. Bagi Rosalina, keberanian anak untuk mencoba merupakan hal yang lebih penting daripada sekadar memenangkan sebuah perlombaan.
“Kalau kita ikut lomba kan tidak harus menang. Pasti ada kalah atau apa. Yang penting anak-anak bisa maju dulu, berani. Itu yang paling utama,” tuturnya.
Nadine mengaku pernah merasa takut ketika pertama kali tampil dalam perlombaan modeling. Bahkan, ia sempat berlari meninggalkan panggung karena merasa gugup. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti. Seiring latihan dan pengalaman, Nadine mulai mampu mengatasi rasa takut dan tampil lebih percaya diri. Sementara Rachel juga sempat merasa takut ketika tampil di atas panggung. Namun, ia mampu menghadapinya dan terus mengikuti kegiatan modeling. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberanian anak dapat tumbuh melalui proses, latihan, dan dukungan dari orang-orang terdekat.
Kini, keduanya semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan. Selain sekolah, mereka menjalani latihan modeling dan dance di akhir pekan serta mendapatkan latihan tambahan ketika akan mengikuti perlombaan.
Rosalina berharap kedua anaknya dapat terus berkembang sesuai minat dan bakat masing-masing. Ia juga berharap pengalaman mengikuti berbagai kegiatan dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani tampil, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sesama. Bagi Nadine sendiri, pengalaman menjadi Duta HIV Cilik dan mengikuti berbagai kegiatan menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus bertemu banyak teman.
Sementara itu, cita-cita Nadine adalah menjadi pramugari, sedangkan Rachel bercita-cita menjadi dokter gigi. Aktivitas mereka menjadi gambaran bahwa kepedulian, keberanian, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi dapat mulai dibangun sejak usia dini melalui dukungan keluarga serta lingkungan yang positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....