Gen Z Kalbar Menembus Parlemen Bawa Aspirasi Daerah

  • 02 Mar 2026 11:37 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pada program Toserba (Topik Serba Ada) di RRI Pro 2 Pontianak, Jumat, 27 Februari 2026, menghadirkan dua perwakilan Kalimantan Barat dalam Pemuda Parlemen Indonesia, yakni Sanidi dan Nurun Hidayatul Wasi'ah (U’ul). Bersama Host Salma, keduanya berbagi pengalaman bagaimana memperjuangkan aspirasi daerah hingga ke tingkat nasional.

U’ul menjelaskan bahwa Pemuda Parlemen Indonesia merupakan wadah strategis bagi anak muda dari seluruh Indonesia untuk menyuarakan persoalan daerah yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat. “Ini adalah ruang bagi pemuda untuk membawa aspirasi dari daerah masing-masing agar bisa didengar dan ditindaklanjuti di tingkat nasional,” ujar U’ul.

Sanidi, delegasi Kalimantan Barat batch 2025, menambahkan bahwa organisasi ini juga menjadi sarana bertukar gagasan antardaerah. Menurutnya, solusi dari satu daerah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.

“Kami tidak hanya menyampaikan masalah, tapi juga belajar dari praktik baik teman-teman dari provinsi lain,” kata Sanidi.

Dalam proses seleksi, peserta harus melalui sejumlah tahapan ketat, mulai dari administrasi, penulisan esai kontribusi daerah, pembuatan video, diskusi kelompok, hingga wawancara. Sanidi mengungkapkan persaingan yang dihadapi cukup berat karena melibatkan pemuda dari seluruh Indonesia.

“Saingannya se-Indonesia, jadi memang harus benar-benar menyiapkan diri,” ujarnya.

Selama kegiatan di Jakarta, para delegasi mengikuti konferensi layaknya sidang parlemen dan duduk di kursi perwakilan provinsi. Sanidi yang tergabung dalam komite kepemudaan dan pariwisata mengangkat isu ekowisata dan pelestarian penyu di Paloh, Kalimantan Barat.

“Penyu adalah bagian penting dari ekosistem, tapi masih kurang mendapat perhatian. Itu yang saya suarakan di forum,” jelasnya.

Melalui keikutsertaan ini, Sanidi dan U’ul berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Barat berani terlibat dalam ruang-ruang strategis kebangsaan. Mereka menilai partisipasi pemuda bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga kontribusi nyata bagi daerah.

Baca juga: Duta Bahasa Ajak Hidupkan Literasi Santun Digital

Rekomendasi Berita