Hari Bumi, Krisantus Soroti Potensi dan Ancaman Hutan

  • 24 Apr 2026 15:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Peringatan Hari Bumi dimaknai sebagai momentum untuk menyeimbangkan pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam di Kalimantan Barat (Kalbar). Pemerintah Provinsi Kalbar menilai, kekayaan hutan tidak hanya berpotensi secara ekonomi, tetapi juga menghadapi ancaman serius jika tidak dikelola dengan bijak.

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, mengatakan hasil hutan di Kalbar memiliki nilai ekonomi yang besar dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, khususnya sektor UMKM. Menurutnya, kreativitas masyarakat menjadi kunci dalam mengolah potensi tersebut.

“Banyak sekali hasil alam kita yang bisa kita olah dan bernilai ekonomi. Tentu akan mengangkat ekonomi keluarga, kemudian ekonomi secara umum,” katanya saat diwawancarai oleh media di Pontianak, Jumat, 24 April 2026.

Namun, Krisantus menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus diimbangi dengan pengendalian aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Pemerintah, kata dia, akan memperketat pengawasan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas investasi.

“Infestasi harus kita kendalikan, kemudian dampak lingkungan harus kita awasi. Setiap perusahaan harus menjaga lingkungan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan hutan yang masih tersisa agar tidak terus berkurang. Bahkan, menurutnya, perlu dilakukan upaya reboisasi untuk menambah luas tutupan hutan di Kalimantan Barat.

Krisantus turut mengingatkan dampak nyata dari kerusakan lingkungan yang kini mulai dirasakan masyarakat. Peningkatan suhu hingga bencana seperti banjir dan kebakaran hutan menjadi indikator perubahan kondisi alam yang semakin mengkhawatirkan.

“Sekarang suhu semakin panas, banjir makin sering, kebakaran juga terjadi di mana-mana. Ini akibat kerusakan alam yang harus kita kendalikan bersama,” kata Krisantus, menagkhiri pernyataannya.

Baca juga: Pranaraya Diluncurkan, Perkuat Sinergi Jaga Lingkungan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....