Empati Lintas Agama Dinilai Penting Jaga Kerukunan Masyarakat
- 29 Mei 2026 19:34 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program Ngander Moderasi Beragama RRI Pro 4 Pontianak mengangkat tema “Kemanusiaan dan Empati Lintas Agama”, Kamis, 28 Mei 2026. Dialog menghadirkan Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kemenag Kalbar sekaligus anggota IPARI Kalbar, Nehemia Saga, S.Sth., MM. Program acara tersebut mengulas tentang pentingnya nilai kasih, empati, dan toleransi dalam menjaga keharmonisan masyarakat majemuk.
Nehemia Saga menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan sikap saling menghormati, menghargai, dan peduli terhadap sesama tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun budaya
Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa majemuk membutuhkan sikap moderat agar kehidupan sosial tetap harmonis dan damai. Ia menilai empati menjadi salah satu nilai utama yang harus ditanamkan di tengah masyarakat.
“Ketika ada saudara kita yang mengalami musibah, minimal kita punya rasa prihatin dan memberi semangat. Itu bentuk empati dan kemanusiaan,” ujarnya.
Nehemia juga menegaskan bahwa seluruh agama pada dasarnya mengajarkan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama manusia. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, terutama di era digital saat ini.
Ia menilai bahwa penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial masih menjadi tantangan dalam menjaga kerukunan antarumat di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
“Jangan langsung membagikan informasi sebelum diteliti kebenarannya. Kita harus menjadi suara damai di ruang digital,” katanya.
Selain itu, Nehemia menyebutkan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk sikap toleransi sejak dini. Ia menyebut nilai menghormati orang tua, menghargai perbedaan, dan membangun kasih terhadap sesama harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan peran IPARI sebagai wadah penyuluh lintas agama yang aktif membangun moderasi beragama melalui dialog, edukasi, hingga kegiatan sosial di tengah masyarakat.
| Baca juga: Keberagaman Kalbar Jadi Kekuatan Persatuan |
Di akhir dialog, Nehemia Saga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. “Perbedaan adalah kekayaan Indonesia. Karena itu, toleransi dan nilai kemanusiaan harus terus kita rawat bersama,” katanya.
Baca juga: Keberagaman Kalbar Jadi Kekuatan Persatuan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....