Iduladha Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Moderasi Beragama
- 28 Mei 2026 08:14 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Perayaan Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai toleransi, kepedulian sosial, dan moderasi beragama di tengah masyarakat majemuk di Kalimantan Barat.
Hal tersebut disampaikan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dr. H. Ahmad Jaiz, M.Ag, dalam program “Moderasi Beragama” di Pro 1 RRI Pontianak, Selasa, 26 Mei 2026. Menurutnya, Idul Adha membawa pesan besar tentang kebersamaan dan jalan tengah dalam kehidupan beragama.
“Moderasi itu adalah jalan tengah, seimbang, harmonis, dan toleran. Tidak ekstrem kanan dan tidak ekstrem kiri,” ujar Ahmad Jaiz.
Ia menjelaskan, semangat moderasi beragama tercermin dalam pelaksanaan ibadah haji di Arafah, ketika seluruh umat dari berbagai bangsa, suku, dan latar belakang berkumpul dengan tujuan yang sama.
Menurutnya, nilai moderasi juga terlihat dalam pembagian daging kurban yang tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, tetapi juga dapat diberikan kepada masyarakat nonmuslim yang membutuhkan.
“Pesan sosial Iduladha itu adalah berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan, termasuk tetangga nonmuslim. Ini bentuk keharmonisan dan kepedulian sosial,” katanya.
Ahmad Jaiz turut menyinggung kisah Nabi Ibrahim AS, yang menjadi simbol keikhlasan dan pengorbanan. Ia menilai, makna kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan juga mengorbankan ego, keserakahan, dan sifat merasa paling benar.
“Yang harus dikorbankan itu ego, keserakahan, ambisi berlebihan, dan rasa paling suci. Itu pesan besar dari Iduladha,” ungkapnya.
Di tengah maraknya perpecahan dan komentar intoleran di media sosial, Ahmad Jaiz mengingatkan pentingnya sikap tabayyun atau mengecek kebenaran informasi sebelum ikut menyebarkan maupun mengomentari suatu isu.
“Jangan mudah terprovokasi oleh postingan yang belum tentu benar. Perlu tabayyun agar tidak memicu konflik dan perpecahan,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif membangun pergaulan lintas agama melalui dialog, kunjungan rumah ibadah, hingga kegiatan bersama yang digelar FKUB. Menurutnya, semakin seseorang memahami agama lain, maka semakin besar pula sikap toleransi yang tumbuh.
“Kalau sudah saling mengenal dan memahami, maka keharmonisan itu akan tercipta dengan sendirinya,” ujarnya.
Ahmad Jaiz berharap masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat dapat menjaga kerukunan serta menjadikan momentum kurban sebagai sarana memperkuat persaudaraan antarumat beragama.
“Iduladha mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan. Semoga masyarakat semakin harmonis dan saling menghargai perbedaan,” pungkasnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....