Peristiwa Penting yang Terjadi pada Hari Asyura

  • 25 Jun 2026 08:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak- Pada tahun ini hari ke-10 bulan Muharram jatuh pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Terdapat peristiwa penting bagi umat islam yang terjadi di hari Asyura, yaitu hari ke-10 pada bulan Muharram.

“Hari Asyura bukanlah hari biasa, hari dimana Allah SWT mencatatkan kemenangan besar bagi kebenaran atas kebatilan. Pada hari Asyura, Allah menyelamatkan nabi Musa as dan bani Israil dari kerajaan fir’aun yang zholim dengan cara membelah laut merah,” ujar Ustadzah Lia Munawarah, S.Sos.I saat Hikmah Pagi di Pro 4 RRI Pontianak, Kamis, 25 Juni 2026.

Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, kala itu beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Berpuasa pada hari Asyura merupakan bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa maka Rasulullah SAW bersabda: “Kita lebih berhak terhadap Musa daripada mereka”.

“Kemudian beliau pun berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari ke-10 di bulan Muharram. Keutamaan yang bisa diraih dari puasa di hari Asyura, ketika kita mendengar penyampaian Hadits Rasulullah, bahwa Beliau pernah bersabda : Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan,” ujarnya.

Hal ini diistilahkan sebagai obral ampunan yang sayang untuk dilewatkan. Puasa hari Asyura mengikuti sunnah puasa, mengajarkan umat untuk bersyukur atas pertolongan Allah dalam hidup, sebagaimana Nabi Musa mensyukuri kebebasannya dari cengkraman Firaun.

“Untuk mengamalkannya Rasulullah SAW memberikan tuntunan agar umat islam dapat membedakan diri dari tradisi kaum Yahudi, maka caranya adalah dengan menyandingkan puasa Asyura dengan puasa tasu'a yaitu puasa pada Hari ke-9 di Bulan Muharram. Jika tidak berkesempatan untuk melakukan pada hari ke-9, maka berpuasa di hari ke-10, lalu sandingkan lagi pada satu hari setelahnya yakni pada tanggal 11 Muharram,” ucapnya.

Tuntunan puasa Asyura yang diajarkan Nabi SAW bertujuan untuk membedakan dari tradisi kaum Yahudi. Selain berpuasa, Nabi SAW juga menganjrkan untuk berbagi baik berupa harta maupun kebahagiaan kepada anak yatim.

“Bukan hanya pada hari Asyura, tetapi pada bulan Muharram ini juga umat islam dianjurkan untuk memberi santunan kepada anak yatim dan kerabat yang bersumber dari ajaran Rasulullah SAW,” katanya.

Berdasarkan Al-Qur’an surah al-Insan ayat ke-8, Allah SWT memuji orang-orang yang ikhlas dan mereka yang memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. “Kemudian dikuatkan lagi dengan sabdanya, sabda rasulullah SAW : (Bahwa barangsiapa yang memberi makan atau menyantuni anak yatim ia akan berada di surga bersamaku seperti jari tengah dan jari manis yang saling berdekatan HR. Bukhari),” ujarnya.

Terakhir, ia mengajak agar umat islam memanfaatkan momentum Muharram untuk memperbanyak amal saleh, menahan hawa nafsu, dan membersihkan hati dari segala penyakit jiwa melalui sedekah. “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah berlalu, serta meridhoi setiap apa yang kita rencanakan dan dapat kita tunaikan pada kesempatan berikutnya,” katanya, mengakhiri.

Baca juga: Amalan Baik Menyambut 1 Muharram atau 1 Suro dan Hikmah Kehidupannya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....