Hakikat Hidup Manusia: Dunia Bukan Tujuan Akhir

  • 09 Mei 2026 06:09 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Ustadzah Kartini mengingatkan masyarakat agar memahami hakikat tujuan hidup manusia sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikannya dalam program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Pontianak dengan tema “Hakikat Tujuan Hidup Manusia”, yang dipandu Host, Meiti Sudaina, Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam pemaparannya, Ustadzah Kartini menjelaskan bahwa kehidupan manusia bukan sekadar menjalani rutinitas sehari-hari, melainkan harus diisi dengan ibadah dan pertanggungjawaban atas seluruh nikmat yang diberikan Allah.

“Tujuan hidup manusia itu yang pertama adalah beribadah kepada Allah, kemudian menggunakan seluruh nikmat sesuai perintah-Nya, dan mempersiapkan bekal untuk kembali ke akhirat nanti,” ujarnya.

Ia mengutip hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa manusia kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas empat hal, yakni umur, ilmu, harta, dan tubuh yang dimiliki selama hidup di dunia.

Menurutnya, setiap fase kehidupan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga usia lanjut. Karena itu, pendidikan akhlak dan pengawasan keluarga sangat penting agar manusia tetap berada di jalan yang benar.

“Anak-anak harus diajarkan hormat kepada orang tua dan guru, remaja dijaga dari pergaulan negatif, orang dewasa meluruskan niat bekerja karena Allah, sedangkan usia lanjut memperbanyak ibadah dan amal jariyah,” katanya.

Ia juga menyoroti pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi yang membuat manusia mudah lalai terhadap tujuan hidup sebenarnya. Menurutnya, manusia harus mampu mengendalikan diri agar tidak terjebak pada gaya hidup berlebihan, gengsi, maupun perilaku yang menjauhkan diri dari nilai-nilai agama.

“Jangan pernah melupakan dunia karena dunia adalah jalan menuju akhirat. Tetapi semua aktivitas harus dilibatkan dengan Allah agar bernilai ibadah,” jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Ustadzah Kartini turut memberikan pesan kepada para orang tua agar tidak berhenti mendoakan anak-anak mereka di tengah derasnya pengaruh media digital.

“Doa itu senjata orang mukmin. Jangan putus mendoakan anak-anak, karena Allah yang membolak-balikkan hati manusia,” tuturnya.

Menutup dialog, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa melibatkan Allah dalam setiap aktivitas sehari-hari, mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat.

“Allah telah menjamin kehidupan kita. Tinggal bagaimana ikhtiar kita dalam menjalani hidup dan mendekatkan diri kepada-Nya,” pungkasnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....