Koperasi Merah Putih Diyakini Perkuat Ekonomi Desa dan Sejahterakan Warga
- 14 Jul 2026 13:21 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program Koperasi Desa/Kelurahan (KDK) Merah Putih dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kehadiran koperasi tersebut tidak hanya memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga didukung penuh oleh pemerintah melalui berbagai fasilitas dan pendampingan.
Dalam dialog “Pontianak Menyapa” Senin, 13 Juli 2026, Pengajar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kementerian Koperasi RI, Edi Suprianto SE, mengatakan KDK Merah Putih merupakan program strategis nasional yang memiliki karakter berbeda dibanding koperasi konvensional karena melibatkan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
"Kalau koperasi sebelumnya tumbuh dari bawah atau bottom up, sekarang masyarakat juga didorong melalui fasilitasi pemerintah. Tujuannya agar kekuatan ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih cepat," ujar Edi, kepada host Alvia Alhadi dan Wilhelmus.
Menurutnya, konsep dasar koperasi tetap mengedepankan prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota dengan semangat gotong royong sebagaimana amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan berbagai dukungan mulai dari pembiayaan pendirian koperasi, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pendampingan sumber daya manusia.
"Biaya pendirian koperasi, pembangunan gerai, hingga dukungan aset difasilitasi pemerintah sehingga masyarakat dapat fokus menjadi anggota dan mengembangkan usaha bersama," katanya.
Edi menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan agar berbagai barang subsidi pemerintah, seperti gas elpiji, beras, minyak goreng, hingga obat generik, didistribusikan melalui KDK Merah Putih sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Produk-produk subsidi pemerintah nantinya wajib didistribusikan melalui Koperasi Merah Putih agar masyarakat memperoleh manfaat secara langsung," jelasnya.
Selain itu, keberadaan koperasi diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan baru. Setiap koperasi diproyeksikan mempekerjakan sedikitnya 15 orang tenaga kerja yang terdiri atas manajer hingga karyawan operasional.
"Manajer koperasi disiapkan melalui pelatihan khusus agar mampu membantu pengurus menjalankan usaha secara profesional," ungkap Edi.
Ia optimistis program tersebut mampu mendorong pemerataan ekonomi apabila koperasi benar-benar berjalan sesuai tujuan.
"Indikator keberhasilannya adalah koperasi berjalan, memberi manfaat kepada masyarakat, serta mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Kampak Indah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Erwanto, mengatakan koperasi telah menjadi wadah pemberdayaan petambak garam di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Menurutnya, koperasi dibentuk untuk menghimpun petambak garam sekaligus membantu penyediaan permodalan, pembinaan, hingga pemasaran hasil produksi.
"Dengan adanya koperasi ini kami ingin tumbuh bersama, maju bersama, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan melalui usaha garam rakyat," kata Erwanto.
Ia menjelaskan salah satu manfaat yang dirasakan anggota adalah adanya kepastian penyerapan hasil produksi saat panen raya sehingga harga garam lebih stabil.
"Kami siap menampung hasil produksi anggota ketika panen raya sehingga persoalan pemasaran dan harga dapat diminimalkan," ujarnya.
Erwanto berharap koperasi terus berkembang sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan masyarakat perbatasan untuk mencari pekerjaan ke negara tetangga.
"Harapan kami koperasi ini menjadi penggerak ekonomi baru sehingga masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan di daerah sendiri," pungkasnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....