Waspada, Dua Perkara ini Bikin Manusia jauh dari Allah
- 12 Jul 2026 06:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Ada dua Perkara yang membuat manusia bisa menjadi jauh dari Allah SWT. Dua perkara itu yang dimaksud adalah melalaikan shalat dan menuruti hawa nafsu, menjadi dua penyebab utama seseorang semakin jauh dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pesan tersebut disampaikan Ustadz Alif Alfatah dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Jum’at,10 Juli 2026, saat membahas tema Dua Perkara yang Membuat Kita Semakin Jauh dari Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Alif mengutip firman Allah dalam Surah Maryam ayat 59 yang menjelaskan bahwa generasi yang mengabaikan shalat dan mengikuti hawa nafsu akan menemui kesesatan.
"Allah tidak mengatakan mereka sesat karena keluar dari Islam, tetapi karena dua perkara, yaitu menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu. Inilah yang membuat seseorang semakin jauh dari Allah Subhanahu wa Ta'ala," ujarnya.
Menurutnya, shalat merupakan ibadah pertama yang akan dihisab pada hari kiamat sehingga tidak boleh dianggap sebagai kewajiban yang bisa ditunda atau diabaikan.
"Amal pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban adalah shalat. Ketika shalat seseorang baik dan istiqamah, maka ia termasuk orang yang beruntung. Sebaliknya, ketika salatnya rusak, maka kehidupan spiritualnya pun ikut rusak," kata Ustadz Alif.
Ia menegaskan bahwa kesibukan dunia tidak boleh menjadi alasan meninggalkan salat. Sebab, tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.
Selain salat, Ustadz Alif menjelaskan bahwa mengikuti hawa nafsu tanpa kendali juga menjadi penyebab manusia tersesat. Ia mengingatkan bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya menghilangkan hawa nafsu, melainkan mengendalikannya agar tetap berada di jalan yang benar.
"Islam bukan menghilangkan hawa nafsu, tetapi mengajarkan bagaimana mengendalikan hawa nafsu agar tidak menguasai diri kita. Ketika hawa nafsu menjadi penguasa, seseorang akan semakin jauh dari Allah," jelasnya.
Ia menerangkan, Imam Al-Ghazali membagi nafsu menjadi tiga tingkatan, yakni nafsu amarah yang selalu mengajak kepada keburukan, nafsu lawwamah yang masih menyesali dosa, dan nafsu mutmainnah, yaitu jiwa yang tenang karena tunduk kepada Allah SWT.
"Jihad terbesar bukan hanya melawan musuh, tetapi jihad melawan hawa nafsu dalam diri sendiri. Itulah perjuangan yang harus dilakukan setiap muslim sepanjang hidupnya," tuturnya.
Ustadz Alif menambahkan, shalat memiliki fungsi besar dalam menjaga seseorang dari berbagai bentuk kemaksiatan. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Menurutnya, ketika shalat dijaga dengan baik, seseorang akan lebih mudah mengendalikan hawa nafsu serta menjauhi berbagai perilaku yang dilarang agama.
"Ketika shalat kita benar dan istiqamah, insya Allah kita mampu mengontrol hawa nafsu. Namun jika shalat sudah ditinggalkan, maka hawa nafsu akan lebih mudah menguasai kehidupan seseorang," katanya.
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Alif mengajak masyarakat yang merasa jauh dari Allah agar tidak berputus asa. Ia menegaskan bahwa pintu taubat selalu terbuka selama manusia mau memperbaiki diri.
"Kalau ingin kembali dekat kepada Allah, mulailah dengan bertaubat, memperkuat iman, dan memperbanyak amal saleh. Teruslah berjalan menuju Allah walaupun perlahan, jangan pernah berhenti hanya karena komentar manusia," pesannya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak malu menunjukkan ketaatan kepada Allah, sebab shalat bukanlah ukuran seseorang disebut alim, melainkan kewajiban setiap muslim.
"Teruslah mendekat kepada Allah meskipun harus tertatih-tatih. Yang terpenting adalah jangan pernah berhenti memperbaiki diri, karena perubahan dimulai dari diri kita sendiri," pungkasnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....