FKUB Kalbar Ajak Masyarakat Perkuat Moderasi Beragama demi Kerukunan
- 29 Jul 2026 07:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan kedamaian di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Moderasi beragama dinilai menjadi pendekatan penting agar masyarakat mampu menjalankan ajaran agamanya secara utuh tanpa mengesampingkan sikap saling menghormati terhadap perbedaan.
Sekretaris FKUB Kalimantan Barat, H. Muhammad Nursahid, S.Ag., menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang keliru memahami istilah moderasi beragama. Menurutnya, yang dimoderasi bukanlah ajaran agama, melainkan cara pandang dan praktik seseorang dalam menjalankan agamanya agar tidak terjebak pada sikap ekstrem maupun intoleran.
"Moderasi beragama bukan berarti memoderasi agama. Agama sudah baku. Yang dimoderasi adalah cara manusia memahami dan mengamalkan ajaran agama agar tidak berlebihan, tidak ekstrem, tetap teguh pada keyakinannya, namun tetap menghormati keyakinan orang lain," ujar Nursahid dalam program Moderasi Beragama di RRI Pro 1 Pontianak, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menilai Kalimantan Barat memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan. Keberhasilan Kota Singkawang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia serta berbagai penghargaan yang diterima FKUB Kalbar menjadi bukti bahwa masyarakat mampu hidup berdampingan secara harmonis. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama melalui penyebaran ujaran kebencian, hoaks, radikalisme, hingga politik identitas yang berkembang di media sosial.
"Kita harus melawan narasi kebencian dengan konten-konten yang positif. Literasi keagamaan yang moderat dan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan," katanya.
Nursahid juga menekankan bahwa nilai-nilai moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Menurutnya, sikap saling menghormati, gotong royong, dan kasih sayang merupakan implementasi nyata dari konsep rahmatan lil alamin yang dapat diterapkan oleh seluruh umat beragama.
"Islam rahmatan lil alamin mengajarkan kasih sayang, keadilan, dan kedamaian bagi seluruh alam. Nilai-nilai itu tidak hanya berlaku kepada sesama umat Islam, tetapi juga kepada seluruh manusia tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakangnya," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa FKUB Kalbar tetap aktif membangun dialog lintas agama meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Berbagai pembinaan dilakukan melalui pertemuan langsung, media digital, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran pesan-pesan toleransi dan kerukunan.
Mengakhiri dialog, Nursahid mengajak masyarakat untuk menjadikan moderasi beragama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga suasana damai di Kalimantan Barat agar tetap menjadi daerah yang harmonis dan kondusif.
"Jadilah pribadi yang tangguh dalam akidah, santun dalam dakwah, bijaksana dalam menyikapi perbedaan, dan tulus dalam pengabdian. Mari kita jaga Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, agar tetap rukun dan damai," pungkasnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....