Nuansa Pendidikan Dalam CJL Bersama FJL Aceh
- 11 Jan 2025 19:17 WIB
- Meulaboh
KBRN, Tekengon: Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh mengadakan Camping Jurnalistik Lingkungan (CJL) di Temas River Park, Tekengon, Aceh Tengah, sejak Jum'at (10/1/2025). Kegiatan dipadukan dengan aksi penanaman pohon dan mengutip sampah di sepanjang Daerah Aliran Sungai Peusangan.
Ketua FJL Aceh, Munandar, menyampaikan, giat ini sekaligus menjadi wahana edukasi bagi berbagai lapisan masyarakat untuk menjaga dan mencintai lingkungan.
"Dalam kegiatan ini ada sejumlah rangkaian kegiatan yang kita lakukan. Mulai dari sekolah jurnalistik lingkungan, wisuda siswa jurnalistik lingkungan serta aksi penanaman pohon dan membersihkan sampah di aliran sungai Arung Jeram," ujarnya di sela kegiatan.

Plh Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Aceh, M Daud melakukan penanaman pohon bersama FJL Aceh di kawasan objek wisata Lukup Badak, Aceh Tengah, Jum'at (10/1/2025). Foto RRI/ Anwar Yunus
Jurnalis lingkungan mengambil posisinya sebagai kontrol dalam kelangsungan lingkungan di Aceh khususnya. Tidak ada kompromi bagi pelaku kejahatan perusak lingkungan dan berperan kompleks sebagai jembatan edukasi kepada semua lapisan masyarakat.
"Karena itu melalui sekolah jurnalistik lingkungan ini akan muncul ke depan jurnalis yang berpihak pada menjaga lingkungan dan mengadvokasi melalui karya tulisnya mengenai bagaimana kondisi lingkungan Aceh yang saat ini mungkin tidak baik-baik saja," tegas Munandar.
Pada malamnya, FJL Aceh dan siswa jurnalistik mengadakan pendidikan dan diskusi tentang bagaimana menjadi seorang jurnalis lingkungan. Pada Jum'at pagi peserta melakukan penanaman pohon bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Arung Jeram Lukup Badak, sambil mengutip sampah di sepanjang aliran sungai dengan membawa karung.
"Aceh sangat signifikan dari kebencanaan dan kebijakan pemerintah dalam penyelamatan lingkungan harus ada yang mengkampanyekan. Karena itu kegiaran jurnalis ini sangat diharapkan," ujar Plh Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Aceh, M Daud, usai acara penanaman pohon.

Anggota FJL Aceh dan siswa jurnalistik lingkungan mengikuti jelajah wisata Arung Jeram, Aceh Tengah, Jum'at (10/1/2025). Foto RRI/ Fok FJL Aceh
Setelah mengarungi Arung Jeram, peserta membawa sampah plastik yang dikumpulkan untuk diangkut kendaraan pemerintah daerah. Dilanjutkan dengan acara malam nonton bareng film dokumenter FJL Aceh yang mengisahkan kondisi kerusakan lingkungan akibat berbagai kepentingan.
Peserta camping Jurnalistik berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe dan Aceh Barat.
"Kami Pemerintah Provinsi Aceh menyambut baik giat FJL ini bisa terus dilanjutkan. Dengan DLH Aceh ini sangat berkesinambungan, bisa kita lakukan kegiatan bersama," sebut M Daud.
Aksi Bersih Sungai dan Menanam Pohon
Aksi bersih sungai dan tanam pohon mewarnai rangkaian agenda Camping Jurnalistik Lingkungan (CJL) 2025 dalam acara wisuda siswa Sekolah Jurnalis Lingkungan (SJL) Batch 3 yang diadakan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Aceh Tengah pada Jumat, 10 Januari 2025.
Kegiatan ini turut menggaet Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Pemandu Wisata Alam Gayo, jurnalis, dan juga wisatawan.

Plh Kadis LHK Aceh M Daud, didampingi Ketua FJL Aceh Munandar (satu di kanan) menyerahkan sertifikat pada wisuda siswa Sekolah Jurnalis Lingkungan (SJL) Batch 3 di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Aceh Tengah pada Jumat, 10 Januari 2025. Foto RRI/ Anwar Yunus.
"Kita bersama menelusuri DAS Peusangan, kemudian memilih dan mengambil sampah-sampah yang berada di sepanjang aliran sungai," jelas Munandar, Koordinator FJL Aceh, saat memulai aksi bersih sungai di Arung Jeram Lukup Badak, Aceh Tengah, Aceh.
Penjabat (Pj) Gubernur Aceh yang diwakili oleh Pelaksana Harian (Plh.) DLHK Aceh, Muhammad Daud membuka dan memwisudakan tujuh siswa yang telah menyelesaikan masa pembelajaran dan magang selama 6 bulan terakhir. Setiap siswa diwajibkan untuk menanam satu bibit pohon dan terjun langsung melakukan aksi bersih sungai sebagai komitmen awal menjadi bagian jurnalis lingkungan.
Daud berharap kegiatan FJL yang meliputi tiga aspek yaitu advokasi, kampanye, dan edukasi bisa terus berlanjut menyuarakan isu-isu lingkungan kepada masyarakat. Ia juga turut menyampaikan akan mendukung penuh agenda dari forum tersebut.
"Selalu pemerintah bersama dengan FJL kita terus mendukung kegiatan-kegiatan advokasi lingkungan kepada masyarakat bersama dengan FJL," jelasnya.
Program SJL merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan FJL dengan tahun ini merupakan angkatan ke-3 pelaksanaannya. Hingga kini, sebagian besar lulusan SJL telah menjadi jurnalis yang aktif menyuarakan isu lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....