DPRD Sulteng Minta Pelatihan Bahasa dan Budaya Bagi Tenaga Kerja Asing
- 06 Okt 2026 12:11 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Insiden antara warga dan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Morowali mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Pengenalan terhadap bahasa dan budaya setempat bagi pekerja asing dinilai pentig guna mencegah terjadinya miskomunikasi dan gesekan di daerah operasional.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, menuturkan bahwa gesekan yang terjadi antara warga lokal dan TKA sering dipicu oleh hambatan bahasa dan perbedaan kultur. Ia menegaskan, setiap investasi yang masuk harus selaras dengan kemampuan adaptasi perusahaan di daerah tempat mereka beroperasi.
"Jangan mereka semena-mena karena investasi mereka masuk ke sini, biar abahsa sedikit mereka tidak bisa pahami. Ini menjadi catatan kita, menjadi PR bagi kita sekalian," kata Hidayat saat ditemui sebelum Rapat Paripurna di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Moh. Yamin, Senin 5 Oktober 2026.
Guna memastikan investasi daerah dapat berdampak positif pada masyarakat, ia mendorong penerapan standar pelatihan bagi TKA sebelum bekerja. Pekerja asing dinilai perlu menjalani pembekalan budaya dan bahasa untuk membangun pemahaman antarbudaya dan mencegah timbulnya konflik di lapangan.
"Kalau kita saja Tenaga Kerja Indonesia mau keluar (negeri) perlu ada proses pelatihan, pengenalan udaya, kemudian belajar bahasa minimal 3 bulan, 6 bulan, dan lain sebagainya. Itu yang harus kita rapikan," tegasnya.
Selain edukasi kultur lokal, pihak perusahaan juga didorong untuk rutin menggelar sosialisasi dan membangun komunikasi bersama masyarakat di lingkar perusahaan. Langkah ini dinilai penting agar operasional perusahaan dapat berjalan baik.
"Oleh karena itu pandai-pandailah untuk melakukan sosialisasi, kemudian pandai-pandailah membangun komunikasi, libatkan masyarakat setempat," kata Hidayat.
Hidayat menekankan keberadaan investor tidak boleh memicu kerugian bagi masyarakat di kawasan industri. Setiap aktivitas investasi di Sulawesi Tengah dituntut memberikan dampak nayata bagi masyarakat setempat serta menjunjung tinggi kearifan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....