Komisi IV DPRD Sulteng Dorong Muatan Lokal Diperkuat untuk Jaga Budaya Daerah
- 05 Okt 2026 16:31 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Penguatan budaya lokal dinilai penting untuk mencegah generasi muda semakin jauh dari bahasa dan identitas budaya daerah. Salah satu upaya yang didorong adalah memperkuat muatan lokal dalam lingkungan pendidikan serta membiasakan pengenalan budaya sejak dari keluarga.
Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah H. Moh. Hidayat Pakamundi mengatakan, kurikulum berbasis lokal perlu mendapatkan perhatian agar generasi muda tetap mengenal budaya yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Hal tersebut disampaikan Hidayat saat diwawancarai RRI di Gedung DPRD Sulawesi Tengah, Senin 5 Oktober 2026.
Hidayat menilai perkembangan zaman dan lingkungan pergaulan membuat sebagian anak muda semakin jarang menggunakan bahasa daerah, termasuk bahasa Kaili.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi perhatian karena bahasa merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
“Perlu dukungan atau kurikulum yang berbasis lokal. Muatan-muatan lokal perlu diperbanyak supaya anak-anak kita, generasi kita tidak kehilangan akar budayanya,” ujarnya.
Ia menyebut, saat ini masih ditemukan generasi muda yang tidak lagi terbiasa menggunakan bahasa Kaili dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Hidayat, kondisi tersebut tidak terlepas dari lingkungan tempat anak tumbuh dan bersekolah yang belum tentu menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari komunikasi sehari-hari.
Karena itu, penguatan budaya tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah. Keluarga dinilai memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa dan budaya daerah kepada anak sejak usia dini.
Hidayat mendorong orang tua membiasakan anak mengenal dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga bahasa Kaili tetap digunakan oleh generasi berikutnya.
“Dari lingkungan keluarga kita membiasakan diri mengajarkan anak-anak kita untuk mencoba membiasakan dengan bahasa yang kita miliki dan kita cintai ini,” katanya.
Menurutnya, sekolah dan keluarga perlu berjalan beriringan. Sekolah dapat memperkuatnya melalui kurikulum dan muatan lokal, sementara keluarga menjadi lingkungan pertama yang mengenalkan bahasa, tradisi, serta nilai budaya kepada anak.
Penguatan muatan lokal juga diharapkan tidak sekadar mengajarkan teori mengenai budaya daerah. Peserta didik perlu mendapatkan ruang untuk mengenal dan mempraktikkan bahasa serta budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Hidayat menilai langkah tersebut penting agar perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial tidak membuat generasi muda kehilangan identitas daerah.
Dengan penguatan peran keluarga dan pendidikan, budaya Kaili diharapkan tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....