Pemkot Palu Dorong Lingkungan Pendidikan Bebas Praktik Perundungan
- 02 Okt 2026 07:44 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan atau bullying. Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, saat membuka Talkshow Nasional Anti Bullying di Auditorium MAN 2 Kota Palu, Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Milad ke-51 dan Reuni Akbar MAN 2 Kota Palu tersebut mengangkat tema “Peaceful without Bullying: Berani Peduli, Wujudkan Sekolah Nyaman dan Berprestasi.” Hardi mengatakan, bullying perlu menjadi perhatian bersama karena dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan verbal dan fisik hingga tindakan di ruang digital.
“Dulu kita mengatakan ujung lidah adalah nasib kita. Sekarang ujung jari juga menentukan nasib kita. Karena sudah ada kemajuan teknologi, kita harus memahami mana yang bisa dibagikan dan mana yang tidak bisa dibagikan, mana yang benar dan mana yang hoaks,” ujar Hardi.
Menurut Hardi, perkembangan teknologi turut mengubah pola komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, penggunaan media digital perlu disertai pemahaman mengenai informasi yang layak dibagikan serta kemampuan membedakan informasi yang benar dan hoaks.
Hardi mengajak seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Palu, termasuk peserta didik, guru, orang tua, dan alumni, untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan terbebas dari bullying. Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama agar sekolah dapat menjadi ruang pendidikan yang nyaman bagi peserta didik.
“Mari kita wujudkan MAN 2 ini dengan suasana yang tentram, nyaman, dan tanpa bullying,” ucapnya.
Hardi juga mengapresiasi MAN 2 Kota Palu yang dinilai aktif mendukung berbagai program pendidikan dan lingkungan. Ia menyebut sekolah tersebut tengah mendapat perhatian dalam persiapan menuju Adiwiyata Nasional sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
Selain itu, Hardi menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Palu di bidang pendidikan, termasuk pemberian beasiswa bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Sampoerna University. Hingga saat ini, tiga alumni penerima beasiswa tersebut telah menyelesaikan pendidikan, sementara MAN 2 Palu menjadi salah satu sekolah dengan jumlah peserta seleksi yang cukup banyak untuk angkatan 2027.
Pemerintah Kota Palu juga mendorong peningkatan kapasitas kepala sekolah melalui program magang kepala sekolah. Hardi berharap MAN 2 Palu dapat berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Palu untuk melihat peluang mengikuti program tersebut.
“Termasuk program dua miliar untuk sekolah terbersih. Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar,” ucapnya.
Hardi mengatakan Pemerintah Kota Palu juga berkomitmen mendukung program wajib belajar 13 tahun. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah penegerian 16 satuan PAUD, disertai penyediaan beasiswa melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah.
“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah agar tidak ada anak-anak kita yang terhambat pendidikannya hanya karena persoalan ekonomi,” ucap Hardi.
Menutup sambutannya, Hardi berharap Talkshow Nasional Anti Bullying tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong hasil kegiatan tersebut diterapkan dalam kehidupan sekolah melalui kepedulian dan keterlibatan seluruh warga pendidikan.
“Semoga MAN 2 Kota Palu terus menjadi sekolah yang melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, memiliki keterampilan, serta beriman dan bertakwa,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....