Delapan Tahun Pascabencana 2018, Pemkot Palu Gelar Ziarah dan Tabur Bunga
- 30 Sep 2026 14:21 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu menggelar ziarah dan tabur bunga untuk mengenang korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi 28 September 2018. Kegiatan dipimpin Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin di sejumlah titik terdampak bencana, Senin, 28 September 2026.
Ziarah dilakukan di Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, serta Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kota Palu setelah pelaksanaan Salat Subuh berjamaah.
Hadianto mengatakan ziarah dan tabur bunga tidak hanya dilakukan untuk mengenang para korban, tetapi juga menjadi sarana bagi pemerintah dan masyarakat untuk merenungkan kembali peristiwa bencana yang terjadi delapan tahun lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut memiliki hikmah yang perlu menjadi pembelajaran bersama.
“Hari ini kita bersama-sama berkumpul di tempat ini untuk mengenang kembali kejadian tersebut. Kita juga bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT,” ujar Hadianto.
Hadianto mengajak seluruh pihak untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia akibat bencana 28 September 2018. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.
“Marilah kita bersama-sama menundukkan hati dan perasaan kita, mendoakan saudara-saudara kita yang ada di tempat ini. Semoga insyaallah Allah SWT memberikan rahmat-Nya yang seluas-luasnya kepada mereka, karena mereka sekarang ini adalah yang dekat dengan Allah SWT,” ungkap Hadianto.
Menurut Hadianto, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat agar setiap orang memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk melakukan kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama. Pesan tersebut secara khusus disampaikan kepada jajaran Pemerintah Kota Palu agar terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
“Semua kita akan kembali kepada Allah SWT. Olehnya, manfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk kita meninggalkan amal-amal yang baik,” kata Hadianto.
Hadianto meminta para kepala perangkat daerah, kepala badan, camat, dan lurah menjalankan tugas secara sungguh-sungguh selama masih diberikan kesempatan untuk mengabdi. Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintahan.
“Sebagai pegawai, para kepala dinas, kepala badan, camat dan lurah, marilah kita bekerja dengan sebaik-baiknya, mumpung kita ada waktu,” ujar Hadianto.
Ia juga mengingatkan jajaran ASN Pemkot Palu untuk memperbaiki niat, menyusun rencana, dan memperjelas tujuan dalam menjalankan pekerjaan. Menurutnya, seluruh tugas pemerintahan harus diarahkan untuk memberikan kebaikan bagi Kota Palu dan masyarakat.
“Insyaallah Allah SWT menyatakan, barang siapa yang berniat berhijrah untuk hal yang baik kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan kebaikan yang luas dan lapang. Olehnya, mari kita perbaiki niat, rencana, dan tujuan kita sebagai ASN, bahwa kita bekerja untuk kebaikan Kota ini,” pungkas Hadianto.
Ziarah dan tabur bunga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Kota Palu dalam memperingati delapan tahun bencana 28 September 2018. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bagi jajaran pemerintah daerah untuk mengenang korban dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....