Program Tenun Wakarla: Bentuk Pembinaan Kemandirian Wabin Rutan Donggala

  • 01 Okt 2026 13:06 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah Herman Mulawarman mengapresiasi program tenun Wakarla yang dikembangkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Wakarla merupakan akronim dari Warga Binaan Berkarya Lagi. Program tersebut menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, mengembangkan kreativitas, dan mempersiapkan mereka agar dapat kembali produktif setelah menjalani masa pidana.

“Wakarla menjadi contoh bahwa pembinaan di Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga bagaimana warga binaan mendapatkan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan,” ujar Herman di Donggala, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Herman, keterampilan menenun memiliki nilai tambah karena selain memberikan kemampuan kerja kepada warga binaan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk menjaga dan mengembangkan potensi budaya lokal Donggala.

Ia mendorong Rutan Donggala meningkatkan kualitas hasil tenun, mengembangkan kreativitas motif, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas terhadap produk yang dihasilkan warga binaan.

“Yang kita harapkan bukan hanya warga binaan bisa menenun, tetapi keterampilan tersebut menjadi modal untuk mereka mandiri. Kalau kualitas produknya terus ditingkatkan dan pemasarannya semakin luas, ini bisa menjadi bekal ekonomi sekaligus bagian dari pelestarian budaya daerah,” jelas Herman.

Kepala Rutan Kelas IIB Donggala Rusli Suryadi mengatakan program tenun Wakarla telah berjalan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu kegiatan yang diminati warga binaan.

“Tenun Wakarla sudah menjadi program andalan kami. Warga binaan dilatih mulai dari dasar hingga mampu menghasilkan kain dengan motif khas Donggala. Kami berterima kasih atas dukungan dan apresiasi dari Bapak Kakanwil, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” kata Rusli.

Menurut dia, program Wakarla di Rutan Donggala menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang menggabungkan keterampilan kerja dengan potensi budaya lokal sebagai bekal warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....