8 Tahun Bencana Pasigala, DPRD Palu Dorong Penguatan Ketangguhan Terhadap Bencana
- 30 Sep 2026 06:25 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona, menegaskan mengenang momentum 8 tahun bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 tidak hanya sebatas ajang seremonial semata. Ia menegaskan dibutuhkan aksi nyata guna memastikan daerah ini tangguh terhadap bencana.
Hal utama yang ia soroti adalah pemenuhan hak penyintas terhadap hunian tetap yang masih belum tuntas. Penyelesaian ini dinilai menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah kota guna memastikan kepastian tempat tinggal dan penghidupan bagi warga terdampak.
"Karena ada masih ada saudara-saudara kita yang tahun ke-8 ini masih belum mendapatkan huntap," tuturnya saat ditemui usai Upacara Peringatan HUT ke-48 Kota Palu, Minggu 27 September 2026.
Pemerintah kota dinilai perlu melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap para penyintas bencana, termasuk kelompok disabilitas. Pendataan yang akurat ini sangat krusial agar penyaluran bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran dan berkala.
Selain itu, Mutmainah juga mendorng agar Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pendidikan Kebencanaan segera direalisasikan. Langkah edukasi ini dinilai penting karena tingkat kewaspadaan serta daya ingat warga terhadap peristiwa kelam 2018 silam disebut makin memudar.
Ia menyebut kondisi ini terlihat saat gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 lalu yang sempat memicu kepanikan warga. Minimnya pemahaman mitigasi mandiri membuat sebagian masyarakat kembali gagap dalam merespons ancaman bahaya secara cepat dan tepat.
"Sementara ketika terjadi 16 Juni kemarin 2026 itu orang kembali gagap, kembali panik, padahal kan sebenarnya yang dibutuhkan adalah bagaimana kita bisa melakukan upaya mitigasi," jelasnya.
Program prioritas lainnya yang dipandang penting untuk segera ditindaklanjuti adalah Geopark City yang telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan. Program ini dirancang untuk membangun ketangguhan bencana sekaligus menjadikan Kota Palu sebagai pusat pengetahuan kebencanaan dunia.
"Geopark City kan sebetulnya salah satu program unggulan pemerintah untuk memastikan bagaimana Palu itu sudah mulai mengerti betul-betul resilience-nya, resiliensi atau ketangguhan itu bisa terjadi," kata Mutmainah.
Terakhir, ia mendorong pemetaan dan penataan situs-situs kebencanaan di seluruh wilayah Kota Palu. Penataan ini dipandang penting sebagai sarana edukasi visual mitigasi, baik melalui jalur pendidikan fomal maupun non-formal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....